<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909</id><updated>2012-02-16T09:36:38.158-08:00</updated><title type='text'>orang curendh</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-3117340732509058763</id><published>2009-07-12T00:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T00:52:45.103-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SlmVmK1JrOI/AAAAAAAAADI/s86SylyNJM4/s1600-h/nmn.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SlmVmK1JrOI/AAAAAAAAADI/s86SylyNJM4/s320/nmn.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357477714708770018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Artikel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menulis?? Why Not..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menulis mungkin merupakan hal yang jarang dilakukan, terlebih oleh anak-anak muda. Mungkin, pada saat ini mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk bergaul, jalan-jalan, berbelanja ataupun hura-hura, dibandingkan menulis dan berhadapan di depan computer selama berjam-jam untuk menulis dan menumpahkan semua ide dan gagasan yang ada di dalam otak.&lt;br /&gt;	Menulis, bisa dikatakan sebagai sebuah hobby ataupun bakat, jika seseorang yang tidak memiliki bakat dalam menulis, mungkin mereka akan mengalami kesulitan di dalam membuat sebuah tulisan, tetapi, jika orang tersebut memiliki kemauan yang keras untuk dapat menulis, maka orang yang asalnya tidak memiliki bakat menulis, akan bisa membuat sebuah tulisan, jika orang tersebut mau berusaha dan berlatih terus-menerus.&lt;br /&gt;	Seperti pepatah yang berbunyi, “tak kenal maka tak sayang,” maka seseorang yang ingin dapat menciptkan tulisan yang menarik dan berisi itu harus mengenal dulu apa saja yang harus ada di dalam sebuah penulisan dan kita juga harus menjiwai apa yang kita tulis itu.&lt;br /&gt;	Menulis sebenarnya merupakan hal yang mudah, jika dilakukan dengan pikiran yang jernih dan juga pengetahuan yang luas, dan disini ada beberapa tips untuk menulis sebuah artikel dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips-tips mudah menulis artikel :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Menentukan tema tulisan ( Apa yang sedang ada di pikiran kita bisa menjadi sebuah tulisan yang menarik, jika kita dapat mengmbangkannya dan menuangkannya ke dalam sebuah kata-kata )&lt;br /&gt;2.	Jika bisa, buatlah tema tulisan yang sedang banyak dibicarakan orang, jangan membuat tema tulisan yang sudah “basi” karena hal ini mungkin tidak akan diminati oleh pembaca.&lt;br /&gt;3.	Menentukan isi yang akan dibahas dalam artikel. Isi dari sebuah artikel harus focus pada satu permasalahan dan ambil permasalahan yang dianggap paling penting untuk di tulis.&lt;br /&gt;4.	Sesuaiakan siapa target pembaca, apakah targetnya itu, anak-anak, remaja atau dewasa.&lt;br /&gt;5.	Gunakan bahasa yang mudah dimengrti dan tidak berbelit-belit.&lt;br /&gt;6.	Tulisan isi artikel dibuat seolah-olah seperti menceritakan sebuah pengalaman, hal ini ditujukan agar pembaca dapat memperoleh gambaran/ bayangan dari apa yang kita tuliskan.&lt;br /&gt;7.	Jangan takut dan ragu dalam mEnulis, keluarkan semua ide yang ada di dalam pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sudah mengetahui bagaimana membuat sebuah artikel, maka secara tidak langsung, ide-ide membuat tulisan itu akan terus mengalir, karena pada saat kita sedang menulis, kita akan menjadi terbawa oleh tulisan tersebut. Jika pada awalnya, kta tidak berminat sama sekali dalam menulis, tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk menulis, karena pada saat kita menulis, kita dituntut untuk berfikir dan mengingat semua pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki dan kemudian pengalaman dan pengetahuan itu dapat kita tuangkan ke dalam sebuah kata-kata, sehingga kita menjadi merasa nyaman dalam menulis dan menjadikan menulis itu sebagai sebuah kegiatan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;	Menulis bagi pemula, memanglah sangat sulit, terlebih jika menulis sebuah tulisan yang non fiksi. Bagi pemula, jika tidak dapat menulis tulisan non fiksi, maka cara mudahnya adalah, mencoba dulu untuk membut tulisan fiksi, seperti, cerpen, cerbung, dan novel. Menulis fiksi terkesan lebih mudah dibandingkan menulis non fiksi, karena menulis fiksi itu yang dibutuhkan hanyalah fantasi/khayalan dari sang penulis, tetapi dalam menulis fiksi, harus memiliki karakter yang kuat dalam setiap penokohan dan juga jika bisa, penulis harus ikut masuk dalam dunia fantasi tersebut, atau jika terlalu sulit untuk merekayasa sebuah tulisan fiksi, maka tidak ada salahnya juga jika tulisan fiksi itu berasal dari kisah sang penulis, tetapi tidak harus kisah orisinil dari penulis, kisah tersebut bisa ditambahkan dengan apa yang ada di dalam fantasi kita. Jika kita sudah merasa mahir dalam menulis cerita fiksi, maka kita perlahan-lahan dapat mencoba untuk menulis non fiksi, namun untuk pemula, tulisan non fiksinya jangan yang terlalu ilmiah. Sesuaikan tema tulisan tersebut dengan apa yang kita ketahui atau sesuaikan dengan apa yang kita suka. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat menguasai tema tulisan yang kita buat,dan ingat!! tulisan non fiksi itu tidak boleh menjiplak dari tulisan lain, jika kita ingin mengutip tulisan dari orang lain, maka kita harus mencantumkan sumber tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hambatan dalam menulis dan cara mengatasinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;	Di dalam menulis sebuah tulisan, baik itu tulisan fiksi ataupun non fiksi, tentunya terdapat hambatan-hambatan di dalam pembuatan penulisannya, dan sebagai seorang penulis, maka kita harus dapat mengatasi semua hambatan-hambatan tersebut agar kita tetap dapat menulis dan mengeluarkan semua ide-ide kita.&lt;br /&gt;	Jika kita memiliki hambatan dalam menetukan sebuah ide tulisan, maka solusi yang tepat untuk mengatasinya adalah dengan cara kita meneliti situasi yang sedang terjadi di sekitar kita. Misalkan, jika di Indonesia sedang ramai diperbincangkan mengenai narkoba, maka tidak ada salahnya jika kita menjadikan narkoba tersebut sebagai bahan dari tema tulisan kita, atau juga kita bisa menanyakan pendapat orang di sekitar kita mengenai tema dari tulisan yang akan kita buat. Jika kita sudah mendapatkan beberapa pendapat dari orang lain, maka kita tinggal memilih tema mana yang paling sesuai dengan tulisan yang akan kita buat&lt;br /&gt;	Hambatan lain dalam penulisan yaitu, jika kita tidak memilki media untuk menulis (computer atau laptop), maka solusinya, kita bisa menulis dulu apa yang akan kita tuliskan di sebuah buku dengan menggunakan tulisan tangan, dan jika tulisan kita sudah selesai, baru di ketik di tempat rental komputer. Jika kita malas untuk mengetik, maka kita bisa meggunakan jasa pengetikan, namun sebaiknya tulisan yang kita buat diketik sendiri karena jika kita mengetik sendiri, kita dapat langsung mengoreksi apa yang salah di dalam tulisan tersebut.&lt;br /&gt;	Kegagalan dan penolakan di muat di media, itulah hambatan yang sering dihadapi oleh seorang penulis. Kegagalan merupakan awal dari kesuksesan, maka jika kita sudah mengirimkan tulisan kita ke penerbit atau ke media tetapi sering ditolak, maka solusinya adalah dengan kita selalu terus menulis dan membuat terobosan baru tentang apa yang kita tuliskan. Penolakan untuk diterbitkan itu merupakan pembelajaran dan uji mental bagi para penulis agar penulis tersebut mau terus menulis dan jangan putus asa, karena peluang untuk di terbitkan atau dimuat di media itu akan selalu ada dan itu bisa terjadi oleh siapapun, bahkan penulis amatir sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menulis Itu Asik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;	Menulis, sebenarnya merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi kita, karena secara tidak sadar, di saat kita menulis, otak kita terus bekerja untuk berfikir dan merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang bermakna dan menarik. Menulis itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan sebenarnya bukan juga kegiatan yang membosankan seperti banyak dikatakan oleh orang lain yang tidak menyukai menulis. Sebernya, menulis itu bisa dilakukan oleh siapa saja dan menulis itu juga bisa dilakukan kapan saja. Ide-ide yang dapat dituliskan juga bisa diperoleh dari manapun, bisa dari pengalaman, pengetahuan, cerita dari sahabat, dll.&lt;br /&gt;	Jika kita sudah pernah menulis satu kali atau dua kali, dan seterusnya, maka kita akan terbiasa untuk menulis dan jika kita sudah terbiasa menulis, maka ide-ide yang dihasilkaa juga akan lebih baik dan menarik untuk dibaca. Jadi, tidak salahnya jika kita mencoba untuk menulis, meskipun kita memiliki bakan menulis, tapi mencob itu lebih baik daripada kita tidak mencoba sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWS006%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWS006%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Lampiran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:180%;" &gt;Biodata Penulis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:99pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\WS006\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.png" title="nmn"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Nama, Widia Ratna Juwita dan biasa sering di panggil Widi. Lahir di Bandung pada tanggal 26 Mei 1989. Widi adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Widi di besarkan di &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; dan menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendidikannya yaitu :TK Teratai, SDN Garuda I Bandung, SMP Angkasa Lanud Husein S, SMA YWKA, dan sekarang sedang menempuh pendidikan di STIKOM (Sekolah Tinggi Ilku Komuniaksi) jurusan komunikasi Broadcast. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesibukan sehari-hari dari widi sama seperti mahasiswa yang lainnya, yaitu setiap hari kuliah dan aktif di dalam kegiatan kemahasiswaan. Di luar kegiatan kemahsiswaan, Widi sering disibukkan dengan bermain musik karena di dalam band keluarganya, widi merupakan satu-satunya perempuan yang bermain musik dan berada di posisi sebagai gitaris. Selain itu juga, aktivitas yang lainnya yaitu, bergaul dan mencari banyak jaringan sebanyak mungkin, dan juga sibuk untuk mencari ide dalam menulis. Cita-cita dari Widi yang paling utama adalah ingin menjadi seorang announcer yang sekaligus juga seorang musisi dan penulis.&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-3117340732509058763?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/3117340732509058763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=3117340732509058763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3117340732509058763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3117340732509058763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/07/artikel-menulis-why-not.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SlmVmK1JrOI/AAAAAAAAADI/s86SylyNJM4/s72-c/nmn.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-2716958916208977933</id><published>2009-04-20T00:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T01:11:28.658-07:00</updated><title type='text'>Aku Tersenyum Lagi</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCLIENT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Namaku Ichi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namaku Ichi, aku adalah seorang gadis yang berusia 20 tahun. Aku lahir juga besar di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; yang menurut kebanyakan orang adalah &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; yang penuh pesona dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang romantis. Tapi bagiku, apa yang dikatakan semua orang bahwa &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; itu adalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang romantis, aku tidak mempercayainya. Terlebih ketika aku mengalami patah hati yang kesekian kalinya. Mungkin aku adalah salah satu korban patah hati, dan aku yakin bukan hanya aku saja yang menjadi korban patah hati itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Desember, 26 2008..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Aku tidak bisa mempercayainya bahwa hari itu adalah hari terakhirku bersama dengan Bre. Pada hari itu, kami pergi jalan-jalan, aku tidak memiliki firasat buruk pada sebelum kejadian itu. Namun, saat aku sedang melahap nasi goreng kesukaanku, tiba-tiba ada kata-kata yang membuat aku sakit dan rasanya ingin sekali menangis. Bre yang selama ini menjadi pacarku, dia meminta untuk mengakhiri hubungan kita. Dan yang tidak aku percaya, dia memutuskanku bukan karena dia jatuh cinta sama cewek lain, tapi Bre ternyata menyukai cowok.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, aku gak bisa nerusin hubungan kita ini. Aku gak tau kenapa aku gak bisa, aku pingin balik ke kehidupanku yang dulu,” bisik Bre&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Maksud kamu apa?,”ucap ku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aku jatuh cinta sama cowok. Aku bilang jujur sama kamu karena aku percaya kamu bisa ngertiin aku. Sebelum pacaran sama kamu, aku emank uda gay, dan di saat aku pacaran sama kamu, aku pingin nyoba untuk berubah, tapi aku gak bisa.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Maafin aku chi, tapi kita tetap bisa jadi sahabat qo.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hatiku sakit mendengar ucapan Bre pada saat itu. Aku tidak percaya bahwa Bre yang selama ini jadi pacarku adalah seorang gay, rasanya ingin sekali menangis. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kalau itu keputusan kamu, aku terima. Asal kamu bahagia, aku juga bakalan bahagia,” ucapku sambil sedikit mengeluarkan air mata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Thank’s ya chi.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Itu pertemuan terakhirku dengan Bre, dan semuanya sekarang berakhir. Aku merasakan sendiri, terkadang aku merasakan rindu kepada Bre, namun apakah dia juga merasakan hal yang sama denganku??.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tahun 2009&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bulan januari ini sudah memasuki tahun baru di tahun 2009, aku berharap di tahun ini semuanya akan baik-baik sja dan tidak ada kejadian buruk yang menimpaku seperti di bulan Desember tahun lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pagi itu, seperti biasa, aku pergi ke kampusku. Jarak yang aku tempuh dari rumah ke kampus lumayan jauh, sekitar 45 menit dan setibanya di kampus, aku menuju pelataran parkir untuk memarkirkan CRV hitamku. Pagi itu udara mendung dan sesekali ada rintikan hujan. Suasana kampus yang masih sepi membuatku menjadi bosan dan juga membuatku manjadi tambah merasakan dinginnya udara pagi. Untuk menghangatkan tubuhku, aku lalu pergi ke tempat penjual bubur ayam yang letaknya tidak begitu jauh dari kampusku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Mau pesen bubur berapa porsi neng?” ucap pedagang bubur itu dengan ramah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Satu porsi aja ya pak. Di makan di sini,” seruku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tringg…” Beberapa menit kemudian, bubur itu telah tersaji di meja dan akupun siap untuk melahapnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah selesai memakan bubur, aku lalu memesan cappuccino hangat. Sesekali aku teringat kepada Bre, aku ingat betul bahwa cappuccino hangat adalah minuman favorit aku dan Bre. Dulu, kami sering meminum cappuccino di café yang menjual sajian bermacam-macam kopi. Aku lalu menjadi terbawa kepada masa lalu, masa-masa indah saat bersama Bre.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Buuuukkkkkkk….” &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tangan yang menepuk pundakku. Aku lalu terjaga dari lamunanku, dan saat aku melihat ke belakang, ternyata ada Detriz sahabatku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Woii…pagi-pagi udah ngelamun mbak. Jangan ngelamun gitu donk. Jelek tau. Muka lu jadi kusut gitu,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yee…siapa juga yang ngelamun, gw cuma lagi mikirin seseorang yang berarti banget buat gw,” hardik Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Udah jam delapan nih, kita ke kampus yuk.. Dari tadi gw nyariin lo, ternyata lo ada di sini,” seru Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Detriz lalu berjalan menuju kampus untuk melakukan kegiatan perkuliahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedikit perkenalan mengenai cewek yang bernama Detriz, Detriz adalah sahabatku yang paling baik, sahabatku sebenarnya bukan hanya Detriz saja, tapi masih ada juga yang lainya. Aku, Detriz, Dara dan Diora, adalah sahabat. Kami juga memiliki sebuah band, “The Stars” itulah nama band kami. Band kami belum terlalu terkenal, tapi cukup di kenal di kampusku dan di daerah &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Duplikat Bre&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Selesai kuliah, aku, Detriz, Dara dan Diora, seperti biasa, kami berempat langsung pergi meninggalkan kampus untuk makan siang bersama di sebuah café di kawasan Cigadung, Dago. Suasana siang yang panas tidak membuat kami menjadi malas untuk pergi menuju Cigadung. Aku dan sahabatku pergi menggunakn CRV hitamku. Di dalam perjalanan, kami tertawa dan bersenang-senang bersama. Alunan musik dari Sindentoscha yang berjudul kepompong, menambah ramai suasana di mobil, dan kami sesekali bernyanyi bersama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“ Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Persahabatan bagai kepompong, hal yang tak mudah berubah jadi indah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setibanya di café Cigadung, kami lalu memesan menu favorit kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masing-masing. Aku tentunya memesan sirloin steak kesukaanku, Diora memesan pizza tungku, Detriz memesan Sop Buntut dan Dara hanya memesan salad saja. Kami sungguh heran pada Dara, seharusnya jam makan siang itu perut diisi dengan makanan yang bisa membuat perut kenyang, tapi sahabatku yang satu ini sangat aneh, dia malah memesan salad untuk menu makan siangnya, alasannya karena dia sedang diet, padahal menurut kami, tubuh Dara cukup proporsional. Tapi, aku, Detriz dan Diora sudah tidak heran dengan menu makan siang Dara. Kami menjadi sahabat karena kami memiliki kesamaan, kesamaan dalam menyukai bermain musik, dan masih banyak yang lainnya. Oh iya, kami juga sama-sama aneh, masing-masing dari kami memiliki sifat aneh yang berbeda-beda. Tapi sampai saat ini, aku sangat senang memilki sahabat seperti mereka, mereka selalu ada di saat aku sedih dan di saat aku senang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Enak banget nih Steaknya, ada yang mau nyoba gak nih?” tawarku pada teman-temanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ikhh… nggak akh, lemaknya banyak banget tuh,”tolak Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tapi enak tau rasanya,” jawabku.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Mendingan ini, salad buah-buahan.. Bisa bikin badan kita fresh,”ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya tapi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kalau buat makan siang cuma makan salad doank, ya mana kenyang lah.,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aduhh…kalian ini ribut aja, gw lagi serius makan nih,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Teruss…kalau kita ribut lu mau apa?” timpal Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya nggak mau apa-apa .. gw cuma pengen kita pas lagi makan gak usah ribut gitu,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perdebatan kami lalu berhenti saat ada sosok laki-laki yang melintas, dan laki-laki itu sangat mirip dengan Bre. Aku, lalu melihat ke arah laki-laki tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Udah chi, dia bukan Bre qo,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah, tuh liat, badannya pendek gitu, bukan Bre tuh,” timpal Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tapi mirip Bre banget, sumpah mirip banget gurls..,” ucap Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Udah deh Chi, lu ngaapain sih masih mikirin Bre, dia itu Cuma cowok gay. Lu ngapain sih masih inget-inget cowok gay itu?” seru Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu tersadar dengan ucapan teman-temanku itu, dan aku juga percaya dengan ucapan mereka kalau laki-laki yang aku lihat itu bukan Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu melanjutkan menghabiskan steak kesukaanku itu, dan aku juga sahabat-sahabatku, lalu mulai mengganti topik pembicaraan kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Makan siang kali ini ada sedikit kejutan bagiku, yaitu saat aku melihat sosok yang begitu mirip dengan Bre. Aku jadi kembali teringat pada Bre, apakah dia masih ingat padaku?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertemuanku dengan sosok yang begitu mirip dengan Bre tidak bisa aku lupa. Bre, orang yang aku sayang dan sekarang aku menemukan sosok yang begitu mirip dengan dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ckkiiiiitttt….” Suara itu datang dari bunyi rem mobilku, aku hampir saja menabrak gerobak bakso yang sedang melintas. Dara, Diora dan Juga Detriz ikut terkejut karena aku tiba-tiba rem mendadak mobilku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yaampun Chi, lu hati-hati donk nyetirnya, bahaya. Udah, biar gw aja yang nyetir mobil lu. Gw tau, lu pasti lagi mikirin si Bre itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Sorry-sorry, gw lagi gak konsen tadi nyetirnya, gw cape,” Ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu meminggirkan mobilku kemudian Detriz menggantikan posisiku untuk mengendarai mobilku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kita sekarang mau kemana? Mau jalan-jalan dulu atau mau pulang?”ucap Detriz bagaikan sopir taxi yang menanyakan tujuan kepada penumpangnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kita pulang ke rumah-rumah masing-masing aja deh,” timpal Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok, siap,”seru Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu mengantarkan Dara dan Diora ke rumah mereka masing-masing, kemudian disusul dengan dirinya yang pulang dan terakhir, aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hati-hati ya Chi, jangan ngelamun tuh nyetirnya, ntar nabrak,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah, sip boz..” seruku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu meninggalkan Detriz dan aku lalu segera pulang menuju arah kompleks Setrasari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam gelapnya malam, aku masih saja memikirkan Bre. Aku sadar bahwa hari ini ada dua kejadian yang membuat aku teringat kembali pada Bre. Yang pertama adalah saat aku meminum hot cappuccino, dan saat aku melihat sosok yang mirip dengan Bre. Kejadian tadi siang sungguh membayangiku, rasanya aku ingin melupakan Bre, tapi terasa berat bagiku untuk melupakan dia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku menulis buku harian ku dan aku menuliskan semua perasaanku hari ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Tuhan, kenapa aku kembali teringat pada Bre?. Hari ini sebuah kebetulan, ada dua hal yang membuat aku teringat padanya. Tuhan, aku lelah jika harus seperti ini. Aku tidak bisa melupakan Bre. Dia begitu cepat untuk meninggalkanku. Dia sungguh sempurna bagiku.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu mengakhiri catatanku itu. Sambil menunggu mengantuk, aku menatap melalui jendela kamarku, aku menatap langit dan aku berharap aku melihat bintang jatuh,jika aku melihat bintang jatuh, aku akan meminta agar Bre dapat kembali lagi padaku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Huffttttt…” Aku menghembuskan nafasku, mataku sudah lelah melihat ke arah langit dan menanti bintang jatuh. Setelah cukup lama menanti, ternyata bintang itu tidak muncul. Aku kemudian menuju ke tempat tidurku, memejamkan mataku dan aku tertidur dengan lelap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;“The Stars”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hari itu, aku, Detriz, Dara dan Diora berencana untuk latihan Band. Aku memiliki band, nama band kami adalah “The Stars” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu pergi menuju studio band yang berlokasi di kawasan Suci, kami belum mempunyai studio band sendiri, maka dari itu, untuk sementara, kami menyewa studio band. Aku sering sekali merengek kepada papa agar dibuatkan studio band, tapi permintaanku kepada papa itu belum di kabulkan, papa selalu memberikan alasan jika aku memilki studio band sendiri, nantinya aku akan malas belajar, padahal meurutku, memiliki studio band sendiri itu adalah hal yang lebih baik daripada harus menyewa studio band yang harga per jamnya lumayan mahal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu segera menuju studio band langganan kami. Setibanya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, kami sudah disambut ramah oleh bang Ali. Bang Ali adalah pemilik studio band yang biasa kami sewa. Di tempat ini, terdapat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; studio band dengan kualitas alat-alat musik yang bagus dibandingkan studio band lain. Bangunan studio yang berarsitektur minimalis itu merupakan hasil rancangan bang Ali, kami kagum kepada bang Ali, selain dia pandai memainkan berbagai jenis alat musik, bang Ali juga pandai dalam merancang bangunan studio. Di dalam bangunan studio tersebut, sangat terasa sekali bahwa bagunan itu adalah studio band. Nama studio band itu adalah “Stars.” Sama dengan nama band ku yaitu “ The Stars,” kami memang sengaja memakai nama “The Stars” karena terinspirasi dari tempat studio band yang sering kami pakai untuk berlatih, selain itu juga, nama “The Stars” itu artinya bahwa aku dan teman-temanku yakin bahwa band kami suatu saat nanti akan menjadi bintang yang selalu bersinar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari itu, di studio band, kami sudah siap untuk berlatih, kami masih membawakan lagu milik band lain, karena lagu yang kami buat belum selesai. Kami sudah bersiap dengan posisi masing-masing. Aku menjadi gitaris, Detriz sebagai bassis, Dara Vokal dan Diora menjadi drummer. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kegiatan latihan band merupakan kegiatan rutin kami, biasanya kami berlatih seminggu dua kali, namun jika kami sama-sama sibuk, seminggu satu kali juga sudah cukup bagi kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Stop..stop..stop..” ucap Detriz mengomandani. “ Dara lu, powernya kurang, ayo donk, lu jangan kaya gitu nyanyinya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya maaf donk, suara gwnya lagi serak nih gara-gara semalem teriak-teriak manggil tukang nasi goreng,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ What…, lu malem-malem manggil tukang nasi goreng? Hahaha…,” tawa Diora &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yee…emank kenapa kalau gw manggil-maggil tukang nasi goreng?,”ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya, aneh aja.. lu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; paling anti tuh makan malem apalagi sama nasi goreng, terus suara lu jadi serak gara-gara manggil penjualnya.. yaampun.. aneh akh lu,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kemaren malem gw lagi laper banget, di rumah gw lagi gak ada makanan, yaudah, daripada gw mati kelaperan, ya gw beli aja tuh nasi goreng,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aduhh… kalian ini ribut mulu akh, lu lagi Diora, ngapain juga ngebahas masalah si Dara beli nasi goreng. Udah, kita lanjut latihan lagi. Waktu kita terbuang nih. Dara, lu nyayinya pake power ya,” pinta Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sering tertawa saat mendegar dan melihat Dara dan Diora saling mengejek atau apalah itu, mereka memang selau begitu, terkadang mereka rukun-rukun saja, tetapi terkadang juga, selalu ada saja masalah yang di ributkan dan Diora adalah biang dari keributan itu, Diora memang temanku yang paling usil, ada saja hal yang selalu dia komentari dan Dara sering menjadi korbannya, maka dari itu, Dara dan Diora selalu bertengkar, dan Detriz lah yang selalu menjadi penengah mereka, sementara aku, aku hanya tersenyum saja melihat kelakuan mereka yang terlihat seperti kucing dan anjing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu kembali melanjutkan latihan band. Aku dan teman-temanku berharap suatu saat nanti “The Stars” menjadi sebuah band yang populer, itu adalah cita-cita kami. Meskipun sekarang kami belum mempunyai lagu sendiri, tapi jadwal kami manggung cukup lumayan, jika ada sebuah event di kampus, kami selalu di jadikan bintang tamu, selain itu juga “ The Stars” sudah beberapa kali tampil di pensi-pensi sekolah dan di café-café ternama di kota Bandung. Dan untuk ke dapannya, kami sudah merancang sebuah lagu, tetapi lagu itu belum kami bawakan karena kami belum yakin dengan lagu itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dua jam sudah, kami berlatih di studio. Latihan dua jam sudah cukup menguras tenaga. Kami lalu segera membayar sewa studio yang telah kami pakai kepada bang Ali. Setelah selesai membayar, kami tidak langsung pulang, kami beristirahat di café milik bang Ali yang bernama café Melody, selain memiliki studio band, bang Ali juga memiliki café dan cafénya juga sangat nyaman, pengunjung café itu juga anak-anak yang biasa menyewa studio. Jika malam minggu, di café itu di adakan live musik, band ku juga pernah tampil di café bang Ali. Aku dan teman-temanku menjadikan café Melody itu sebagai tempat kami berkumpul dengan anak-anak band yang lainnya, kami biasanya saling bertukar pikiran tentang musik, hal yang sering kami bicarakan tidak jauh soal trend musik saat ini, style pakaian dan juga tentang alat-alat musik terbaru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagiku, studio musik “Stars” dan “The Stars” tidak dapat dipishkan, keduanya saling ketergantungan, bayangkan jika tidak ada studio musik, mungkin”The Stars” tidak akan bisa terbentuk, dan yang paling utama berdirinya “The Stars” adalah, aku dan teman-temanku, Detriz, Dara dan Diora, tanpa mereka juga, band “The Stars’ tidak akan pernah ada. Aku mencintai sahabat-sahabatku,”The Stars” dan juga studio“Stars,” mereka sangat berarti bagiku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Kasus Dara dan Diora&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Diorrraaaaa…..” suara itu menggelegar memecah keheningan malam yang begitu tenang. Suara teriakan itu datang dari mulut Dara. Aku dan Detriz yang sedang berada di ruang tv ikut terkejut mendengar teriakan itu dan kami lalu pergi meuju arah di mana suara itu berada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Detriz lalu pergi menuju kamar Dara, sumber teriakan tersebut berada. Setibanya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, seperti biasa, Dara dan Diora sedang bertengkar. Aku tidak mengerti, selalu ada saja ada yang dipermasalahkan dari mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yaampun, nih anak pada ngapain sih ribut-ribut begini?” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Nih, Diora baca diary gw. Arggghhh…nyebelin lu” tangis Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Diora, lu ngapain sih baca diary Dara? Lu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tau kalau diary itu privacy, ngapaen lu baca?,” seru Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya abisnya gw penasaran sih sama isinya, lagian juga gw baru baca depannya doank qo, suer deh,”bela Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya terus kenapa lu tadi samape ketawa-ketawa gitu baca diary gw?” ucap Dara&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Heheeheheh…abisnya diary lu lucu sih ceritanya, ya jadi gw pengen ketawa deh..” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Udah, udah, Diora, lu minta maaf sama Dara. Gw nggak mau kalian ribut terus. Ayo cepet minta maaf,” pinta Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diora lalu meuruti apa kata Detriz dan kemudian dia meminta maaf kepada Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Dara, maafin gw ya, gw uda baca diary lu. Gw janji gak bakalan baca diary lu tanpa sepengetahuan lu, tapi kalau gw baca minta izin lu dulu boleh nggak??hehehe…” canda Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Dioraaaa….iii… dasaar ya lu,” Dara lalu berteriak dan mengejar Diora, dan tanpa dikomandoi, Diora lalu berlalari untuk menghindari kejaran Dara. Mereka saling berkejar-kejaran. Aku dan Detriz hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil. Tapi, jika tidak ada mereka, pasti suasana akan sepi karena tidak ada keributan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Setan??Ikh…Sereemm..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aku dan Detriz tertawa melihat tingkah Dara dan Diora yang sedang kejar-kejaran, mereka terlihat lelah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Diora lalu menghentikan larinya, “ Stop, udahan akh.. gw nyerah. Iya maafin gw, tadi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; gw cuma becanda. Janji deh beneran gak akan baca-baca lagi diary lu,” janji Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok, gw maafin lu. Lagian juga gw &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;cape&lt;/st1:placetype&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;kalau&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; harus ngejar-ngejar lu. Daripada gw ngejar-ngejar lu, mendingan gw ngejar-ngejar cowo deh,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Uwwhh…dasar ya cewe ganjen, pikiran lu Cuma cowo aja terus,” seru Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Biarin aja,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu, aku, Detriz dan Diora menginap di rumah Dara. Orangtua Dara yang sering keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, membuat Dara merasa kesepian di rumah, maka dari itu, aku dan sahabat-sahabatku sudah beberapa kali menginap di rumah Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hembusan angin yang dingin dan suasana yang hening membuat kami merasa agak sedikit “parno”, apalagi bangunan rumah Dara yang merupakan bangunan rumah tua yang di bangun pada zaman Belanda, hal itu membuat kami agak sedikit merasakan aura mistis. Terlebih lagi, tempat tinggal Dara berada di kawasan deretan rumah-rumah tua peninggalan zaman Belanda, sehingga jika malam hari, suasananya memang sangat sepi dan mencekam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sekitar jam setengah satu malam, kami masih membuka mata kami, kami masih belum merasakan mengantuk karena kami asik mengobrol, bercanda sambil menonton DVD. Pada malam itu, entah mengapa, tiba-tiba bilu kudukku merinding, aku merasakan ada makhluk gaib yang melewatiku, namun pada saat itu aku hanya terdiam dan tidak memberitahukan kepada teman-temanku. Aku lalu melanjutkan menonton dan bercanda bersama mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah selelsai menonton DVD, kami masih juga belum merasakan rasa ngatuk, padahal waktu sudah menujukkan jam satu malam. Sambil menunggu ngantuk, kami lalu memutuskan untuk bermain Playstation. Aku dikagetkan kembali dengan bulu kudukku yang kembali berdiri, perasaanku menjadi tidak karuan karena aku merasakan takut. Aku lalu terdiam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, lu kenapa? Qo lu tiba-tiba diem gitu sih?” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Eh, iya, gw gak apa-apa qo,” ucapku dengan perasaan yang seolah-olah tidak ada sesuatu yang terjadi padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh, ok.. Tapi lu gak ngelamun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?,”Tanya Detriz lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya gak lah, gw gak ngelamun.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw, ke toilet dulu ya,” ucap Detriz sambil pergi meninggalkan ku. Sementara itu, Dara dan Diora sedang asik bermain Playstation dan aku menunggu giliran utuk bermain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu, angin bertiup begitu kencang, saat Dara dan Diora sedang asik bermain Playstation, tiba-tiba ada suara teriakan dari arah dapur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Seeetttaaaaaannnnnn….!!!” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku, Dara dan Diora terkejut mendengar terikan itu. Lalu tiba-tiba Detriz kembali ke ruang TV dengan nafas yang terengah-engah dan juga dengan wajah yang ketakutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Chi, Dar, Dio, di luar ada.. ada…,” ucap Detriz seolah-olah dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apaan sih De,” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; seeettaann…. Iikhhh..gw takut, gw pengen pulang aja. Dar, rumah lo ada setannya ya?” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Deg..” Aku lalu teringat pada saat bulu kudukku merinding tadi. Apa kejadian ini ada kaitannya dengan apa yang Detriz lihat?. Aku bertanya-tanya dalam hatiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Masa sih De, rumah gw gak ada setannya qo. Gw aja yang udah lama diem di sini belum pernah nemu setan sekalipun,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya lu salah liat kali De, lu lagi ngelamun kali,” tambah Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yaampun..gw nggak bohong, beneran ge lait tuh setan di luar, di deket jendela, warna putih gitu deh pokkonya,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Masa sih, gw nggak percaya akh,” ucap Dara meyakinkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yauda, gini aja, sekarang kita liat bareng-bareng ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, buat buktiin bener apa gak tuh setannya,” ajakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok, gw setuju,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gak akh, gw nggak mau liat tuh setan. Gw beneran takut,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yauda kalau lu nggak mau ikut, lu tunggu di sini aja,” ucapku pada Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu berfikir sejenak. “ Eh, ya udah gw ikut, gw takut kalau gw di tinggal di sini sendiri,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku, Dara, Diora dan juga Detriz akhirnya pergi menuju tempat dimana Detriz menemukan setan tersebut. Kami lalau berjalan menuju arah dapur, dapur di rumh Dar memang terkesan seram karena dapurnya juga masih bernuansa zaman Belanda, di samping kulkas, terdapat jendela yang cukup besar dan jendela itu dapat di buka tutup, selain itu juga jendelanya belum tertutup gorden.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari luar jendela itulah Detriz melihat seperti bayangan putih dan dia lalu menganggapnya sebagai setan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Dimana De lu liat bayangan itu,” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tuh, di luar jendela itu,”ucap Detriz ketakutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kami lalu berjalan perlahan menuju jendela tersebut. Kami semua merasa takut, takut jika apa yang dikatakan oleh Detriz itu benar-benar ada. Bulu kudukku kembali merinding, aku juga merasakan takut, terlebih aku berada di posisi paling depan, sementara Dara, Diora dan Deriz mengikutiku dari belakang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pintu jendela tesebut bergerak-gerak dan mengeluarkan suara khas dari jendela tersebut, bunyinya seperti bunyi pintu yang di &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;buka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tenang, itu Cuma efek dari angin qo, jadi jendelanya bergerak-gerak sendiri dan buka tutup sendiri,” ucapku menenangkan mereka, padahal aku juga merasakan takut, teteapi aku mencoba untuk menenangkan teman-temankku agar suasananya tidak menjadi semakin menakutkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami sudah tepat berada di depan jendela tersebut, dan kami berdoa agar tidak ada apa-apa, namun ternyata kami melihat apa yang diucapkan oleh Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Seeetttaaaannnnn……!!!” kami berteriak kompak sambil berlalri menuju kamar Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tiba di kamar Dara, perasaanku, Dara, Detriz dan Diora menjadi tidak karuan. Lelah karena berlalri dan juga takut karena melihat bayangan putih yang berada di luar jendela.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw mau pulang, gw mau pulang,” pinta Diora padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Shhtttt…sabar donk lu, lu juga jangan berisik gitu. Gw tau kita semua abis liat setan, tapi jangan sampe heboh gitu donk, tar kalau setannya nyamperin kita kesini gimana hayo?,” candaku pada Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hahh..!!kesini? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;iiikh.. gak mau pokokknya gw mau pulang,” pinta Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gurls, bener &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; apa kata gw. Gw gak bohong &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sama kalian?,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah, iah..gw percaya sama lu. Pokoknya kalau nyokap bokap gw udah pulang, gw mau minta pindah rumah. Gw gak mau tinggal di rumah hantu,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Udah, daripada jadi panic dan kitanya sama-sama ketakutan, mendingan kita tidur aja yuk?,” ajakku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tapi gw gak bisa tidur,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya di coba donk buat tidur,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gurls,tapi ngomong-ngomomg, qo satpam gw di depan tenang-tenang aja ya? Apa dia gak lait setannya gitu?” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tuh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, di depan rumah lu ka nada satpam lu, yaudah kita tenang aja di sini. Sekarang, mendingan kita tidur aja ya,” ajakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu mencoba untuk tidur meskipun dalam keadaan dan perasaan yang penuh dengan ketakutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Setan Palsu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku terbangun saat matahari pagi mulai bersinar dan menyinari jendela kamar Dara, aku tersadar bahwa hari sudah pagi, aku melihat teman-temanku masih tertidur pulas, mungkin gara-gara kejadian semalam, kami jadi tidur hingga larut malam. Aku lalu membuka jendela kamar agar udara pagi yang segar masuk dan membuat suasna menjadi damai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hufttttt…” aku menghembuskan nafasku tanda merasakan rasa lega karena malam yang menyeramkan sudah berubah menjadi pagi yang indah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku melihat ke sekeliling halaman rumah Dara yang dipenuhi oleh tanaman-tanaman hias yang cantik, tanaman-tanaman itu basah karena terkena embun. “Akhh…” sungguh indahnya tanaman-tanaman ini,” gumamku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari ini adalah hari minggu, kemarin aku, Dara, Detriz dan Diora berencana untuk mengunjungi pasar kaget yang berada di kawasan Gasibu. Jika pada hari minggu, kawasan gasibu berubah menjadi pasar kaget yang dipenuhi oleh banyak pengunjung dan banyak penjual, dari mulai penjual makanan hingga penjual baju. Hari ini, aku dan sahabat-sahabatku akan berjalan-jalan ke &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt; sambil menikmati udara &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di pagi hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sambil menunggu mereka bangun, aku lalu meninggalkan kamar untuk menuju ke dapur, saat aku akan membuka kulkas, aku melihat ke arah jendela, dan apa yang aku lihat sangat mengejutkan sekali dan aku juga berfikir berarti kemarin malam, kami nampak bodoh karena benda itu. Ternyata, setan yang kemarin kami lihat itu bukan setan, tetapi hanya baju milik Pak Kosim (satpam keluarga Dara) yang sedang di jemur di atas pohon, dan baju itu memang berwarna putih, sehingga jika malam hari terlihat seperti bayangan putih. Arghhh…jika ingat hal yang kemarin malam, saat kami ketakutan setengah mati, mungkin kami seperti orang yang paling bodoh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu, kembali ke kamar dan membangunkan teman-temanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gurls…bangun…udah siang nih.. ayo..ayo..banguuunn…,” seruku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hoaammmmm…., lu berisik banget sih, masih ngantuk tau,” ucap Diora sambil menguap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yee…katanya kita hari ini mau jalan ke Gasibu? Ayo donk, nanti keburu siang, gw nggak suka kalau siang, soalnya bakalan panas banget. Ayo donk semuanya bangun…” ucap Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dara, Detriz dan Diora akhornya terbangun dari tidurnya, mereka terlihat sangat susah sekali untuk membuka matanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Uuuwwwhhh…gw masih ngantuk neh Chi, qo lu uda bangunin gw sih? Gara-gara tuh setan, gw semalem jadi gak bisa tidur,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya nih.. gw juga sama, gara-gara tuh setan, semalem gw jadi ketakutan,” timpal Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hahaaahahaha…kalian semua ketipu tau,” ucapku sambil tertawa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Maksud lu,” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya, semalem kita nampak ketakutan banget &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sama tuh setan?. Sini deh, ayo sekarang lu semua ikut gw ke dapur,” ajak Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka terheran-heran melihat sikap Ichi, namun mereka lalu menuruti ajakan Ichi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tuh liat,” ucap Ichi sambil menunjuk ke arah pohon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Apaan?,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Liat tuh di atas pohon ada apaan?” ucap Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dara kemudian menyadari apa yang di lihatnya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hahh…ya yampun. Jadi yang kemarin kita anggap setan itu, ternyata Cuma baju mang Kosim yang lagi di jemur?,” Dara seperti tidak percaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, gw juga baru nyadar tadi pas gw ke dapur dan liat ke arah pohon,” ucap Ichi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya ampun…semalem padahal kita udah heboh banget tuh ketakutannya, udah kaya pemain film hantu aja tuh kita,” tambah Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hah..jadi yang kemarin kita liat cuma baju?. Busyeet,,bego banget ya gw, uda nyangkain itu setan,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, nih gara-gara lu juga. Kemarin lu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; yang bilang ada setan. Ya jadi kita percaya, apalagi pas kita liat langsung,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya terus kenapa lu nya juga percaya sama omongan gw?? Kenapa hayo??,” goda Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Argghh..udah..udah.. udah siang nih, kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; mau jalan-jalan ke Gazibu. Ayo donk kita siap-siap,” ucap Ichi mengajak teman-temannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap untuk ke Gasibu. Aku menjadi geli sendiri jika teringat kejadian kemaren, ternyata setan yang kemarin kami lihat Cuma setan palsu.. Eh, tapi kenapa ya kemarin bulu kudukku tiba-tiba merinding??.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Heboh di Gasibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suasana ramai dan padat sudah menjadi tradisi jika hari minggu di kawasan Gasibu. Lapangan olahraga yang biasanya dipakai untuk berolahraga, jika hari minggu berubah menjadi pasar tumpah, ternyata keramaian itu juga tidak hanya di lapangan Gasibu saja, tetapi terus menyambung hingga ke monument perjuangan yang juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya..dipilih…dipilih.. neng silahkan hiasannya,” ucap sang pedagang pada kami yang sedang melintas di depan dagangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suasana Gasibu pada hari itu sungguh ramai, terlebih pada hari itu juga adalah awal bulan, sehingga sebagian warga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tumpah ruah di kawasan Gasibu. Selain warga &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, banyak juga pengunjung dari luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang sengaja datang untuk mengetahui keramaian Gasibu dan juga untuk berbelanja murah di kawasan Gasibu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku, Dara, Detriz dan Diora berjalan sambil berdesak-desakan, karena sebagian ruas jalan di jadikan untuk tempat berdagang. Barang-barang yang dijajakan di Gasibu cukup bagus dan harganya juga lumayan terjangkau. &lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di kawasan Gasibu, kami tidak hanya disuguhkan dengan deretan pedagang kaki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; saja, tetapi ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu ada pertunjukan topeng monyet. Sang monyet dan juga pawangnya, dikerubungi banyakm orang yang ingin melihat monyet beratraksi. Pemandangan seperti itu juga menarik perhatian kami. Kami lalu mendekat menuju tempat pertunjukan topeng monyet tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ekh.. Dara, qo lu maen di sini sih?,” ledek Diora kepada Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yee..itu lu aja kali, masa gw yang udah cantik kaya gini di bilang monyet sih. Gilaa lo,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dimana-mana, seperti biasa, Dara dan Diora pasti selalu saling ejek, tapi untungnya, pada hari itu, ejekan mereka tidak memanjang hingga mereka bertengkar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat pertunjukan berakhir, aku lalu memberikan uang kepada monyet tersebut. Nampak terlihat sangat lucu, saat sang monyet meminta uang kepada para penonton, sang monyet itu mengulurkan tangannya kepada penonton dan meminta uang. Pertunjukan topeng monyet cukup menghibur kami, karena di zaman sekarang pertunjukan topeng monyet sudah langka dan mungkin pertunjukan topeng monyet harus tetap ada sebagai bentuk kreativitas dan juga agar para pengelola topeng monyet dapat tetap bertahan hidup di zaman yang serba mahal ini, namun satu hal yang perlu diperhatikan oleh sang pengelola topeng monyet, yaitu jangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlalu mengeksploitasi monyet, karena walau bagaimanpun, monyet adalah makhluk ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dilindungi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah puas menyaksikan pertunjukan topeng monyet, kami lalu melanjutkan untuk berjalan-jalan kembali awalnya kami hanya berniat untuk melihat-lihat saja, tetapi saat kami melihat sebuah kaos yang bertuliskan “Love My Best Friend”, kami tertarik untuk membelinya, dan kami membeli kaos yang sama dan nanti kami berencana untuk memakainya pada waktu yang bersamaan. Setelah lelah berkeliling, kami singgah di kios penjual makanan “Zupa-Zupa,” Zupa-Zupa adalah makanan sejenis roti namun memiliki mangkuk di bawahnya dan di dalam mangkuk itu berisi sup krim ayam yang sungguh lezat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Yummmyyy…. Enak banget ya Zupa-Zupanya,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya, enak banget.. Nanti minggu depan kita kesini lagi yuk?,” ajak Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Emmm…boleh-boleh, asal nanti lu teraktir kita beli Zupa-Zupa, ok, deal?” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yeee…enak aja.. Gw pingin beliin buat nyokap gw, pasti nyokap gw suka,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pagi itu,aku menikmati saat berjalan-jalan di Gasibu, menikmati suasana &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang sejuk, menikmati keramaian pengunjung dan pedagang di Gasibu dan juga menikmati kebersamaan persahabatan aku dan sehabat-sahabatku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Pertemuan Tak Terduga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;I don’t like monday, mungkin itu kalimat yang menjadi kalimat favorit bagi semua orang. Pagi itu, aku merasa sangat malas untuk berangkat kuliah, terlebih hari ini dosen yang mengajariku adalah dosen yang sangat membosankan. Aku beranjak dari tempat tidurku, mataku hanya seperempat saja yang terbuka, dan sisanya masih tertutup dan terbawa oleh bujukan setan yang menyuruhku untuk tetap tertidur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tokk….tokk..tokk..”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terdengar bunyi pintu yang di ketuk. Mendengar bunyi itu, aku tiba-tiba memaksakan untuk terbangun. Aku lalu membuka pintu kamarku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ichi, mama kira kamu masih tidur. Hari ini kamu kuliah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?,” ucap mamaku dengan ramah menyambut anak kesayangnnya yang sudah terbangun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya ma, hari ini Ichi ada kuliah. Ichi mandi dulu ya,” ucapku. Mama lalu pergi meninggalkan kamarku dan aku lalu bergegas untuk mandi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pagi itu aku memilih untuk mandi dengan air hangat, aku lalu memutar kran air yang berwarna merah pertanda air yang keluar adalah air hangat. Saat aku sedang asik mandi, aku lalu teringat dengan sesuatu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Oh my god.. Tugas gw??,” ucapku panik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku baru sadar aku lupa dengan tugas kuliahku. Tugas membuat artikel. Arghh.. aku kemarin terlalu asik bersama sahabat-sahabatku, sehingga aku mengabaikan tugasku.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku berfikir untuk tidak masuk kuliah saja, namun apa boleh buat, aku memaksakan pergi kuliah tanpa membuat tugas dan aku pasrah saja dengan keadaanku nanti, apakah aku akan dipermalukan oleh dosenku atau apakah aku akan diberi hukuman?. Aku hanya bisa pasrah saja dengan keadaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jam menunjukkan pukul sepuluh. Saat aku tiba di kampus, aku masih melihat teman-teman sekelasku berada di kantin. Aku lalu menghampiri mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hi selamat pagi. Qo belum pada masuk?,” tanyaku pada salah satu teman sekelasku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Lu gak tahu ya, dosennya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; gak ada. Katanya sih lagi ada diklat keluar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;,” jelas temanku itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mendengar ucapan temanku itu, aku lalu merasa itu adalah sebuah keajaiban atau mungkin itu sebuah kebetulan. Hari itu aku merasa beruntung karena dosenku tidak ada dan aku juga tidak usah mengumpulkan tugas yang belum aku kerjakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku mememutuskan untuk pergi ke tempat kost Detriz. Aku, Dara, dan Diora menjadikan tempat kost Detriz sebagai Base &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;camp&lt;/st1:placetype&gt;  &lt;st1:placename st="on"&gt;kami&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt;. Jarak kampusku dengan kost Detriz cukup dekat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku mengetuk pintu kamar Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tokk..Tokk..Tokkk…”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Detriz lalu mebuka pintu kamarnya itu. Wajahnya yang keturunan indo Perancis itu tetap terlihat cantik meskipun Detriz baru terbangun dari tidurnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Pagi…” ucapku memberi salam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hooooammmm…pagi juga,” ucap Detriz sambil menguap dan masih setengah sadar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu masuk ke dalam kamar Detriz. Di kamar Detriz, terdapat foto kami bereempat, pada saat itu kami sengaja berfoto di studio foto,di foto itu kami terlihat sangat manis dan cantik. Selain itu juga aku menyimpan satu gitarku di kamar Detriz, jika kami sedang bosan,aku selalu memainkan gitarku sedangkan Dara, Detriz juga Diora menjadi penyanyinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Lu enggak kuliah Chi?” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gak, dosennya lagi ada diklat di luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;,” jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh, gitu ya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun aku dan sahabat-sahabatku satu kampus, tetapi kami berbeda kelas dan berbeda fakultas. Pada hari itu, kebetulan Detriz sedang tidak ada jadwal kuliah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ De, jalan yuk?,” ajakku pada Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kemana? Masih pagi gini udah mau jalan-jalan.” Ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya kemana aja deh.. temenin gw,” pintaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Terus nanti kalau si Dara sama Diora ke sini gimana? Apa kita gak nunggu mereka aja,” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Emmm..mereka bukannya ada kuliah ampe sore ya??,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh..ia bener, gw baru inget,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Jadi gimana nih??lu mau gak nemenin gw jalan-jalan?,”ajakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok, tapi ntar ya, gw mw mandi dulu,” ucap Detriz, lalu Detriz berjalan menuju kamar mandi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Waktu menujukkan jam setengah sebelas siang, aku dan Detriz sedang menyusuri jalanan &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang macet dan penuh sesak. &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; sekarang sungguh berbeda dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di saat aku masih duduk di sekolah dasar. &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; kini menjadi &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; yang penuh sesak, sampah berserakan dimana-mana dan juga tradisi macet sudah menjadi santapan sehari-hari bagi penghuni &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kita mau kemana Chi,?tanya Detriz padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Enaknya kemana ya?” aku balik bertanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu berfikir, mungkin jika minum-minum cantik di “Coffe Shop” gak ada salahnya juga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aku lalu mengarahkan mobilku ke kawasan pusat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aku memberhentikan mobilku tepat di pelataran parkir “ Coffe Shop”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aroma wangi kopi menyambut kedatanganku, para pelayan yang ramah dengan senang hati melayaniku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Mau pesan apa mbak,” ucap si pelayan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hot Capuccino satu, Ice Capuccino satu terus Tiramishu nya dua,” ucapku pada sang pelayan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Pesanan mbak nanti akan kami antar ke meja mbak,” jawab sang pelayan padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu membayar pesanan yang kubeli, lalu aku dan Detriz mencari tempat duduk yang nyaman untuk ditempati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku jadi teringat pada Bre, “ Coffe Shop” merupakan tempat favorit kami. Di sini kami sering menikmati hot Capuccino.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; belas menit kemudian, salah seorang pelayan “ Coffe Shop” mengantarkan pesananku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku meminum hot cappuccino kesukaanku sambil membayangkan aku sedang bersama Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi..”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tidak sadar bahwa aku telah melamun memikirkan Bre. Jujur, semenjak Bre pergi dari kehidupanku, aku jadi lebih sering melamun dan juga aku menjadi tidak focus dengan apa yang aku lakukan. Bre membuatku menjadi seperti ini, menjadi seperti mayat hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mendengar ucapan Detriz, aku lalu tersadar dari lamunanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ehhh..ia De, kenapa?,” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Lu pasti ngelamun lagi. Jangan kaya gitu dunk Chi, gw gak maul u ngelamunin terus si Bre,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku hanya membalas ucapan Detriz itu dengan senyuman saja dan aku kembali menikmati Hot Capuccinno juga Tiramishu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, gw ke toilet dulu ya sebentar,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok,” seruku sambil mengacungkan jempol ku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat aku sedang sendiri sambil melihat-lihat keadaan di sekeliling, tiba-tiba aku mendengar suara yang seperti memanggilku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ichii..”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku terkejut saat aku melihat Bre. Argghhh..kenapa aku bisa bertemu dengan Bre di tempat Favorit kami pada saat dulu?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre lalu menghampiriku dan tanpa rasa sungkan, Bre kemudian duduk di sampingku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Apa kabar Chi,” ucap Bre sambil mengulurkan tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Baik,” jawabku sambil membalas jabatan tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Sendirian aja,”Tanya Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gak qo, aku sama Detriz. Oh iya, mana pacar kamu,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gak ada, dia lagi di Sydney. Jadi aku ke sini Cuma sendiri. Tadi nggak sengaja lewat “Coffe Shop” terus mampir deh. Kangen buat minum Hot Capuccino,” ucapnya panjang lebar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hati kecilku berkata, Tuhan, sumpah, Bre menjadi semakin sempurna. Aku menjadi semakin tidak bisa melupakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Oh iya Chi, aku pesan dulu ya,” ucap Bre. Bre lalu meninggalkanku dan saat Bre pergi, aku terus memperhatikan Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah tiga bulan kami tidak bertemu, Bre masih terlihat sama seperti Bre yang dulu, tidak ada perubahan dalam dirinya, dan malah menurutku Bre manjadi lebih sempurna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz tiba-tiba datang dan dia nampak heran melihatku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, lu lagi ngeliatin siapa,”Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ De, ada Bre,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hahhh.. Bre?Dimana?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tuh,” aku menunjuk ke arah tempat pemesanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu melihat kea rah tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Bener Chi itu Bre, lu tadi nyapa dia gak?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Dia yang nyapa gw duluan. Gw gak percaya bisa ketemu Bre di tempat ini. Lu tau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; “Coffe Shop” adalah tempat favorit kita,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah selesai memesan, Bre lalu kembali menghampiriku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Boleh gabung gak?,” pintanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iii..iya boleh,” ucapku gugup.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre kemudian duduk di hadapanku. Aku dapat sangat jelas melihat wajah tampan Bre. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ De, gimana kabarnya,” ucap Bre pada Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Baik qo. Lu gimana?,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw juga baik-baik aja.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku, Bre dan Detriz saling bercerita banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Oh ya Chi, kamu masih suka Hot Capuccino?,” Tanya Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah,” jawabku malu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Jadi inget dulu ya Chi, kita sering banget minum hot Capuccino di sini,”ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Deegggg… apa ini. Kenapa Bre berbicara seperti ini? Tanya ku dalam hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya, sampei sekarang aku masih suka hot Capuccino dan sampei sekarang aku juga masih suka ke sini,” jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Sama donk, aku juga masih suka kesini. Cuma kondisinya sekarang beda. Dulu tiap kali kesini, aku selalu bareng kamu, tapi kalau sekarang sendirian aja,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu Detriz tiba-tiba ikut berbicara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Emank cowo lu kemana Bre? Qo kesininya cuma sendirian?,” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Cowo gw di Sydney. Dia harus nemenin istrinya,” ucapnya enteng.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tersedak saat aku sedang menikmati Capuccino, aku terkejut mendengar ucapan Bre. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Istri??,” Tanya Detriz heran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, aku mau jujur sama kalian berdua. Chi, maaf ya soal kejadian waktu kita putus. Sebenernya aku gak mau kita putus, tapi kondisinya gak memungkinkan. Aku sekarang menjadi simpanan bule &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, dia yang sekarang membiayai hidup aku dan kuliah aku. Kamu tau &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; Chi, setelah orangtuaku cerai aku nggak punya siapa-siapa lagi. Aku terpakasa buat kaya gini,”ucapnya panjang lebar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Detriz terkejut mendengar ucapan Bre. Cuma gara-gara materi, Bre menjadi seorang gay?. Aku berfikir, kenapa Bre tidak meminta uang pada orantuanya?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Chi, maafin aku ya..” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku menitikan air mata. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya, aku maafin kamu Bre. Tapi kenapa sih kamu harus kaya gini?,”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aku gak kuat Chi buat jalani ini semua. Kedua orangtuaku udah gak peduli sama aku. Mereka juga gak pernah sayang sama aku,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sungguh tidak tega mendengar cerita Bre, hidupnya menjadi berantakan gara-gara kedua orangtuanya bercerai dan Bre terpaksa untuk menjadi simpanan bule guna memenuhi kebutuhan hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Bre, jujur sebenrnya dulu aku benci banget karena kamu karena kamu udah mutusin aku cuma gara-gara seorang cowo. Tapi sekarang, saat aku tahu apa yang semuanya terjadi sama kamu, tanpa kamu bilang maaf sama aku, aku udah maafin kamu. Tapi asal kamu tahu Bre, sampai saat ini, aku sayang kamu,” ucapku sambil berbisik saat mengucapkan kata “sayang” padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tanpa disadari, aku melihat Detriz menitikan air mata karena Detriz mendengar percakapanku dengan Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw bener-bener gak nyangka cerita hidup lu kaya gini Bre. Dulu gw benci sama lu karena lu udah nyia-nyiain Ichi. Tapi pas gw denger langsung ceritanya dari lu, gw bener-bener gak tega sama hidup lu,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hufft... Yah, mungkin ini memang udah takdir gw kali De, gw bisa tabah dan sabar qo buat ngadepin semua masalah-masalah gw,”jawab Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Qo jadi termehek-mehek gini sih?” ujarku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre kemudian tertawa. “Heheheh…iah ya, qo jadi sedih-sedihan gini ya?,”ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami lalu tertawa bersama dan melupakan obrolan kami yang barusan terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Krrriiingggg….” Bunyi hanphone itu berasal dari handphone Bre. Bre lalu beranjak dari tempat duduk lalu dia menerima panggilan dari handphone nya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak lama kemudian, Bre lalu membali menghampiriku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, De, gw pamit dulu ya,” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Mau kemana lu?Ichinya masih kangen tuh sama lu,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mukaku memerah saat Detriz berbicara seperti itu pada Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre hanya tersenyum lalu dia berkata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya gw ada perlu dulu nih, maaf ya Chi. Oh iya, nomor hp kamu masih yang dulu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Chi?,”Tanya Bre padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku mengangguk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok kalau gitu nanti aku hubungin kamu ya. Kapan-kapan kita ketemu lagi,” ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre lalu menjabatkan tangannya padaku dan juga Detriz. “ Pulang dulu ya, take care ya Chi. Makasih juga tadi udah mau denger semua cerita aku,” ucap Bre di perbincangan terakhirnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre lalu pergi meninggalkanku, bayangan tubuhnya dengan cepat menghilang dari area “Coffe Shop.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Detriz saling pandang, kami terkejut setelah mendengar semua cerita Bre. Semuanya terdengar sungguh miris. Aku lalu memutuskan untuk pulang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tidak bisa mempercayainya, pertemuanku dengan Bre sungguh tak terduga, semuanya seolah-olah seperti sudah direncanakan oleh Tuhan. Semua cerita tentang Bre menjadikan aku lebih tegar untuk menerima kenyataan bahwa Bre bukan milikku lagi. Dan aku berharap Bre akan selalu baik-baik saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Malam Gembira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Alunan musik Trance berdetak begitu kencang hingga menggetarkan jantungku. Sang DJ sedang sibuk memainkan turntablenya di atas panggung diiringi dengan para wanita-wanita sexy yang berada di sampingnya sambil berjoget ria.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu, aku, Detriz, Diora dan Dara sedang berada di sebuah klub malam. Kota Bandung memiliki banyak klub malam, sehingga malam hari di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tidak pernah mati. Kota Bandung semakin meriah dengan keberadaan klub malam yang menghiasi sudut &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; dan pusat-pusat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kepulan asap rokok, lighting beraneka warna yang menyoroti ruangan, suara yang bising, dan suasana yang ramai dipenuhi anak-anak muda Bandung, menjadi pemandangan yang tidak aneh jika sedang berada di sebuah klub malam. Aku memutuskan untuk duduk di sebuah sofa yang berada di sudut. Aku melihat Detriz, Dara dan Diora sedang asik berdisko. Malam itu kami memutuskan untuk clubbing karena kami ingin menghilangkan stress dan ingin menikmati suasana malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz yang sedang asik berdisko, kemudian menghampiriku yang sedang duduk sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, ayo donk turun ke dance floor. Jangan Cuma diem aja,” ajak Detriz sambil menarik tanganku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gak akh, gw ntar aja nyusul,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok kalau gitu, nanti lu nyusul ya,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu pergi meninggalkanku, dia melanjutkan untuk berdisko kembali bersama Dara dan Diora juga bersama para pengunjung yang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sebenarnya tidak terlalu menyukai clubbing, terlebih jika ada cowo ganjen yang tiba-tiba suka menghampiriku dan mengajakku berkenalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat aku sedang duduk sendiri, tiba-tiba ada seorang perempuan yang menghampiriku. Perempuan itu terlihat mabuk berat akibat minuman alcohol. Aku lalu memperhatikan permpuan tersebut, dan ternyata aku merasa mengenali orang tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yaampun Vie…? Ucapku dengan keras.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Lu Vie &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; temen SMA gw,” tanyaku padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan kondisi yang setengah sadar, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dia memperhatikannku. Dia lalu ingat padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ichi?,” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, neh gw Ichi,” jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Vie tiba-tiba memelukku. Tanpa aku sadari, dari kejauhan ada beberapa orang anak-anak satu kampusku yang melihat kejadian saat aku dipeluk oleh Vie dan mereka memotretku saat aku sedang berpelukan dengan Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tidak berbicara banyak dengan Vie karena kondisi Vie yang sedang mabuk berat, tidak memungkinkan untuk berbicara banyak dengannya. Aku lalu memutuskan untuk menyusul teman-temanku di dance floor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz, Dara dan Diora terlihat sedang asik berdisko hingga mereka lupa padaku yang menghampiri mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Dio,,” aku memanggil Diora sambil menepuk bahunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Eh ya Chi, ayo donk sini, kita “ajojing,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu mengikuti teman-temanku itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Nih,” ucap Detriz padaku sambil menyodorkan satu gelas vodka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu meminumnya dan kembali ber “ajojing” bersama teman-temanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu sungguh menyenangkan bagi kami. Kami mengikuti hentakan musik dari sang DJ dan juga kami sungguh menikmati suasana malam gembira. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Malapetaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku merasa heran, semua mahasiswa di kampusku memperhatikanku saat aku melintas melewati mereka. Mereka memperhatikannku dengan sinis dan bahkan ada yang terlihat cengar-cengir padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tiba-tiba ada suara yang terdengar dari belakangku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ikh..amit-amit ya, gara-gara mantannya gay, dia jadi ketularan suka sesama jenis,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu berhenti dan menghampiri orang yang berbicara itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hehh..lu ngomong apaan tadi? Jaga donk tuh mulut, jangan asal ngomong,” ucapku dengan marah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yeee…situ sewot,” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu berlari dan berfikir, ada apa ini semua? Kenapa semua orang membicarakanku seperti ini?. Aku membutuhkan sahabat-sahabatku. Aku berlari mencari sahabat-sahabtku, tapi mereka tidak ditemukan keberadaannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; satu hal yang menarik perhatianku saat aku sedang mencari sahabat-sahabatku. Aku melihat ada beberapa mahasiswa yang sedang memperhatikan berita di madding. Aku menghampiri ke arah madding dan ingin mengetahui ada berita apa sehingga para mahasiswa terlihat heboh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; mahasiswa itu lalu memperhatikanku saat aku ingin melihat berita apa yang tertempel. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Minggir-minggir,” ucapku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Abrakadabraaaa…ternyata berita yang ditempel itu adalah berita tentang dirikku. Di madding itu ditempel beberapa foto saat aku sedang berpelukan dengan Vie dan terdapat tulisan di bawah foto itu. &lt;i style=""&gt;“ Ichi depresi setelah mengetahui pacarnya seorang gay, sekarang dia ikut menjadi penyuka sesama.” &lt;/i&gt;Berita yang tertempel di madding membuatku merasakan sakit. Sakit karena ada orang yang tega memberitakan hal yang bukan sebenarnya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa sih ini?? Kenapa malapetaka itu datang. Aku membutuhkan sahabat-sahabatku. Aku lalu merobek foto dan berita yang tertempel di madding, aku lalu berlari. Aku mendengar beberapa mahasiswa menyorakiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kejadian ini pasti gara-gara salah paham kemarin malam, saat aku sedang clubbing. Kejadian saat Vie memelukku mungkin diketahui oleh mahasiswa di kampusku dan mereka menjadikan ini sebagai bahan berita di kampusku. Memang, sebagian anak-anak di kampusku mengetahui aku putus dengan Bre karena Bre adalah seorang gay, dan mungkin sekarang mereka menyalah artikan kejadian saat clubbing dan mereka mnehubung-hubungkannya dengan putusnya hubunganku dengan Bre. Aku tahu, pasti berita ini adalah ulah dari anak-anak dari jurusan jurnalistik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku berlari sekenecang-kencangnya, aku pergi menuju mobilku dan aku menangis di dalamnya. Aku berbicara dalam hati. “Kenapa semuanya kaya gini? Apa salah gw?Mereka sok-sok mencampuri urusan pribadi gw, padahal mereka gak tahu apa yang sebenranya terjadi saat kejadian malam itu. Ini gak adil,” ucapku dalam hati. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, ingin marah dan ingin berontak pada orang-orang yang telah menyebarkan gossip murahan itu, namun aku tidak sanggup untuk melakukan semua ini. “Arggghhhh…. “ teriakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dimana sahabat-sahabatku? Apa mereka juga sudah melihat berita itu dan mereka jadi manjauhiku?. Aku terus bertanya-tanya dalam hatiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku memutuskan untuk pergi ke tempat kost Detriz. Setibanya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, aku melihat Dara, Detriz dan Diora memandangku dengan sinis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kalian kenapa sih?qo jadi berubah,”tanyaku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, pantesan ya kemarin lu gak mau ikut turun ke dance floor, ternyata lu malah pelukan sama cewe,” ucap Detriz marah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Guls, dengerin gw dulu. Berita yang kalian liat di madding itu gak bener, ada yang fitnah gw,” jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Allllahhh…udah deh Chi, lu kenapa sih jadi kaya gini? Jangan karena si Bre gay, terus lu jadi ikut-ikutan kaya dia. Masih ada kita Chi, yang selalu sayang sama lu,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Gurls, please dengerin gw dulu. Itu sama sekali gak bener. Yang kemerin peluk gw itu temen SMA gw, suer gw berani sumpah. Gw&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih suka cowok plase, jangan sangkut-sangkutin ini sama kehidupan cinta gw dengan Bre. Ini sama sekali gak ada hubungnnya,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu pergi meninggalkan sahabat-sahabatku itu dan aku kembali menangis. Kenapa mereka bisa langsung percaya dengan berita murahan itu. Ini gara-gara Vie yang kemarin mabuk berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kehilangan sahabat-sahabatku, padahal di saat seperti ini, aku sungguh membutuhkan mereka untuk memberikan dorongan untukku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perasaanku hari itu sangat tidak menentu. Aku bingung akan kemana hari ini, jika aku pulang ke rumah dalam kondisi seperti ini, sangat tidak mungkin. Aku memutuskan untuk berkelililng &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan pada saat malam hari, aku memutuskan untuk ke “Bintang,” aku berharap aku akan mendapatkan ketenangan jika aku berada di “Bintang.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;“Bintang”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Bintang”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah sebuah bukit yang berada di kawasan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; atas. Aku menyebutnya dengan nama “Bintang” karena di tempat ini aku bisa melihat bintang yang begitu banyak dan berkelap-kelip menghiasi langit malam, selain itu juga disini aku bisa melihat pemandangan &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, terlebih jika dilihat pada saat malam hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu, aku berada di “Bintang” sendirian, tanpa teman-temanku dan tanpa siapapun juga. Suasana di “Bintang” cukup sepi, hanya saja tidak jauh dari lokasi “Bintang” terdapat beberapa café untuk kalangan orang-orang elite, jadi keadaan seperti itu tidak membuatku khawatir dengan keselamatanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku duduk di atas rumput sambil memandang lurus ke depan, melihat pemandangan gemerlap &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Aku menangis, aku merasa sakit dengan berita yang barusan aku ketahui, terlebih sahabat-sahabatku juga lebih percaya pada gossip murahan itu. Aku mematikan kedua hanphone ku, malam itu aku tidak mau ada seorangpun yang menggangguku, aku ingin mendapatkan ketenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kemudian tidur di atas rumput dan memandang bintang-bintang di langit. Setiap kali aku melihat bintang, aku selalu berharap melihat bintang jatuh, dan jika aku menemukan bintang jatuh, aku berharap semua masalahku berakhir dan aku bisa hidup bahagia bersama orang-orang yang menyayangiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat aku terjaga, tanpa disengaja, aku melihat sebuah bintang jatuh yang jatuh begitu cepat. Lalu dengan cepat, aku meminta keinginanku itu pada bintang jatuh, “Tuhan, aku ingin semua masalahku berakhir, terlebih dengan gossip murahan ini. Aku ingin semua mempercayaiku..”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku lalu mengakhiri permintaanku itu. Entah kenapa, aku terbawa oleh mitos mengenai bintang jatuh. Mitos yang semua orang tahu bahwa jika melihat bintang jatuh, maka semua keinginan akan dikabulkan. Tapi aku percaya tidak percaya dengan hal yang seperti itu, tetapi jika berharap tidak ada salahnya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hari itu, aku memutuskan untuk tidur di “Bintang” aku tidur di dalam mobilku. Aku tidak mempedulikan orangtuaku, mungkin mereka sekarang sedang sibuk menghubungi handphoneku yang sengaja tidak aku aktifkan atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungkin mereka sedang menghubungi teman-temanku untuk mengetahui keberadaanku. Malam ini aku hanya ingin tenang, dan suasana di “Bintang” dapat membuatku tenang walau hanya sesaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;The Miracle&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suara kicauan burung membangunkanku dari tidurku yang lelap. Aku keluar dari dalam mobilku dan menghirup udara pagi di “Bintang” yang sangat segar. Aku melihat ke sekelilingku, semuanya terasa alami. Embun pagi dan juga hijaunya rumput-rumput, membuat perasaanku tenang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari ini, aku akan pulang ke rumah. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi saat nanti aku tiba di rumah. Orangtuaku pasti akan marah besar padaku karena kemarin aku tidak memberikan kabar pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu menurunkan mobilku menuju arah pulang. Aku pulang melewati jalan kompleks perumahan elite yang berada di dekat “Bintang.” Saat mobilku sedang melaju, aku melihat orang yang mirip seperti Vie. Orang itu sedang membuka pagar rumahnya dan hendak memasukkan mobilnya ke dalam garasinya. Aku memberhentikan laju mobilku dan aku keluar dari mobilku untuk memastikan bahwa orang yang aku lihat itu adalah Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Vie..,” panggilku padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang itu lalu membalik badannya ke arahku dan melihatku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Vie, nih gw Ichi. Lu inget &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; yang waktu kita ketemu di Klub itu,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Owhh…iah. Ayo masuk dulu ke rumah gw,”ajaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi, aku lalu diajak masuk ke dalam rumahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Lo pasti baru pulang Clubbing ya?,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya nih. Eh ya, waktu itu lu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemana? Qo ngilang dan pergi gak pamitan sama gw?,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Iah. Sorry ya. Lagian juga kemarin lu lagi mabuk berat, jadi gw gak enak ngajak ngobrol lu nya. Vie, gw mau minta bantuan lu. Please Bantu gw, penting banget. Ini juga ada sangkut-pautnya sama kejadian waktu lu meluk gw di tempat clubbing,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu menjelaskan semua masalahku itu pada Vie, mulai dari kisahku dengan Bre, hingga gossip yang kini menyebar di kampusku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Duwh..gila tuh temen-temen kampus lu. Masa kita di bilang pacaran sih,ada-ada aja. Lagian juga kemarin gw meluk lu itu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; emank kita udah lama gak ketemu, ya gak ada salahnya donk kalu gw meluk lu,”ucap Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku tersenyum,” ya merekanya aja yang sok tahu dan sok pengen jadi wartawan gossip tapi isi beritanya cuma sampah,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Yaudah, gw bakalan bantu lu. Bantu lu untuk ngejelasin sama semuanya kalau berita itu gak bener,”ucap Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ok, thank’s ya Vie. Lu emang temen gw yang paling baik,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Jadi gimana nih, lu mau bawa gw ke kampus lu nya sekarang atau nanti,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ya sekarang lah.. Gw juga mau sahabat-sahabat gw percaya sama gw dan gak jauhin gw,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bintang jatuh ternyata telah mengabulkan permintaanku. Pertemuanku dengan Vie akan menyelesaikan masalahku. Bintang jatuh itu seolah-olah merasa iba dengan masalahku, sehingga aku dipertemukan dengan Vie secara tidak sengaja. Di saat aku bingung akan seperti apa akhir masalahku, ternyata aku bertemu Vie, dan Vie akan membantu menyelesaikan masalahku dan dia juga akan mengklarifikasi kejadian saat di tempat clubbing. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah kemarin aku tidak mengaktifkan handphoneku, hari ini aku memgaktifkan handphoneku. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dua sms yang masuk di inboxkU. Aku lalu membacanya satu-persatu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Nak, kamu dimana? Mama dan papa khawatir denganmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu aku membuka sms yang kedua&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Hi..Malem.. Chi, ini aku Bre. Kamu baik-baik aja &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Aku menghela nafas. “Ternyata hanaya orangtuaku dan Bre yang menghubungiku. Sahabat-sahabatku? Mungkin mereka sudah tidak mau berteman lagi dengan ku” ucapku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, udah? Ayo kita berangkat,”ajak Vie padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aku lalu mengarahkan mobilku menuju kostan Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tiba di kostan Detriz, aku mengetuk pintu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Tokkkk..took…tokk…”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu membukakan pintu dan kebetulan sekali, Dara dan Diora juga ada di kamar kost Detriz, sehingga aku lebih mudah untuk menjelaskan semuanya pada mereak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Mau pa lu?” Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“De, Diora, Dara, gw mau ngejelasin semuanya sama kalian. Kalian masih percaya sama gossip murahan itu?,”tanyaku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka lalu hanya terdiam saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Vie, ayo.. sekarang certain semuanya tentang kejadian waktu itu,”pintaku padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebelum menceritakan semaunya, Vie terlebih dahulu memperkenalkan dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kalian sahabat-sahabatnya Ichi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Kenapa kalilan lebih percaya sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gossip itu?,”Tanya Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Kejadian waktu di klub itu salah persepsi. Gw meluk Ichi karena gw sahabat baik Ichi waktu semasa SMA, dan wajar dong kalau gw meluk sahabat gw karena kita udah lama gak ketemu? Coba kalau kalian ketemu dengan teman lama kalian, pasti kalian juga akan ngelakuain hal yang sama kaya yang gw lakuin ke Ichi. Gw harap, lu semua percaya sama omongan gw dan Ichi,”ucap Vie panjang lebar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz, Dara dan Diora lalu termenung mendengar ucapan Vie. Setelah mendengar semua penjelasan dari Vie, mereka merasa bersalah karena mereka terlalu langsung percaya dengan apa yang diberitakan di kampus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, maafin gw ya,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw juga Chi, maafin gw karena gw lebih percaya mereka,”tambah Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Gw juga ya Chi,” ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku, Vie, Dara, Detriz dan Diora kemudain saling berpelukan. Aku merasakan lega karena mereka sudah mempercayaiku. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi. Sekarang kita ke kampus yu?,” ajak Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Buat apa?” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya buat kalirifikasi gossip lu itu. Gw gak mau lu sedih lagi,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemudian aku dan juga sehabat-sahabatku juga Vie pergi menuju kampus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kedatanganku di kampus, disambut dengan kehebohan para mahasiswa yang memperhatikanku, terlebih saat mereka melihat Vie. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh..jadi ini cewe yang di foto itu,” bisik salah seorang mahasiswa kepada temannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku mendengar jelas ucapan mereka, namun aku mengiraukan semuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Detriz lalu mengajakku pergi ke studio TV kampus. TV kampus memang selain berfungsi sebagai tempat memberikan informasi seputar kampus, TV kampus juga berfungsi sebagai wadah untuk melakukan pengklarifikasian terhadap sebuah masalah. Banyak mahasiswa lain yang menggunakan sarana TV kampus sebagai media untuk meluruskan masalah atau gossip-gosip yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beredar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Didot yang bertugas sebagai aktivis TV kampus terkejut dengan kehadiran kami ke studio TV.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa nih,” Tanya Didot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ temen gw mau klarifikasi gossip yang beredar. Lu juga tahu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; gossip nya apa. Temen gw mau ngelurusin semuanya,”ucap Detriz pada Didot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok kalau gitu,”ucap Didot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Aku dan Vie lalu dipersilahkan untuk berdiri di depan kamera, Didot lalu men-Shot aku dan Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Vie lalu meluruskan semua gossip yang beredar dan setelah semuanya diungkapkan, kamera pun berhenti mengambil gambar ku dan juga Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Gw mau ini berita ditayangin hari ini juga, mumpung di kampus lagi rame. Gw mau semua mahasiswa tahu kalau temen gw ini gak seperti yang mereka kira,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Siap, paling nanti sekitar setengah jam lagi ya. Nanti gw tayangin,” ucap Didot.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku dan teman-temanku menunggu di studio TV, menunggu untuk melihat hasil rekaman kllarifikasiku dengan Vie.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seterlah setengah jam menunggu, Ditdot dan juga team Kampus TV menyiarkan tayangan klarifikasiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah selesai tayang, aku dan teman-temanku, juga Vie, keluar dari studio TV. Saat kami hendak keluar, ada beberapa mahasiswa yang menghampiriku dan mereka meminta maaf karena sudah menuduhku yang tidak-tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Efek dari TV Kampus cukup berpengaruh juga bagi para mahasiswa, berkat adanya TV kampus,semua sudah mempercayaiku dan mereka sudah melupakan gossip murahan itu. Namun, mengenai siapa pelaku penyebar dan yang memfotoku di klub&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu, belum diketahui pelakunya. Aku sangat berharap pelakunya mau mengakui perbuatannya dan juga mau meminta maaf padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ini benar-benar sebuah keajaiban yang tak terduga, berkat Vie yang tidak sengaja ku temui dan berkat sahabat-sahabatku yang mau mempercayaiku dan membantuku meluruskan semuanya. Sebelumnya aku sudah merasa down dan sakit yang teramat dalam saat gossip itu meinmpa pada diriku. Namun, sekarang semuanya berakhir. Semuanya kembali seperti biasanya dan aku merasa senang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu mengajak Detriz, Dara, Diora dan Vie untuk mentraktir mereka menikmati hot Capuccino di “Coffe Shop,” sebagai ucapan terima kasih pada mereka Aku menganggap ini semua hanya sebuah mimpi buruk dan sekarang aku sudah terbangun dari mimpi burukku itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam ini aku akan kembali ke rumah, dan aku harus sudah siap dengan omelan mereka karena semalam aku tidak memberikan kabar pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 150%;"&gt;Semua Baik-Baik Saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku menyusuri jalanan malam di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, malam itu aku akan kembali ke rumah setelah satu hari aku tidak pulang. Semua gossip mengenai diriku sudah terselesaikan dan aku sekarang dapat tersenyum kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku menutup garasi rumahku saat aku sudah memasukan mobilkku. Tiba di dalam rumah, aku sudah disambut oleh mama papa ku yang sedang berada di ruang TV.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Aku pulang,”sapaku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kemana aja kamu? Kemarin gak pulang? Mau jadi anak bandel kamu,”bentak papaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku hanya terdiam saat papa membentakku seperti itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Maaf pa, kemarin Ichi nginep di kostan Detriz,”ucapku pelan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Nginep?Chi, papa ngizinin kamu nginep di tempat temen kamu, tapi gak gini caranya. Kamu gak memberi kabar sama sekali sama papa atau mamamu ini,. Kenapa?,”Tanya papaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya maaf pa, kemarin hanphoneku low batt, jadi aku gak sempet ngasih kabar sama mama dan papa,”jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Pa, sudah, Ichi pasti sangat lelah. Ichi, ayo sekarang kamu istirahat dan tidur ya,” ucap mamaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya ma, Ichi mau tidur dulu ya,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ichi…,”panggil papaku saat aku hendak menuju kamarku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Papa gak mau kejadian seperti ini terulang kembali,”ucap papaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Siap pa,kalaupun Ichi nginep-nginep lagi, Ichi pasti bakalan bilang sama mama dan papa,”ucapku menegaskan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kejadian kemarin dan hari ini aku anggap ini sebagai proses pendewasaan bagiku. Aku merasa tubuhku lelah, saat aku ingin memngistirahatkan tubuhku, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tapi aku merasa tidak bisa. Aku teringat kembali dengan Bre. Kenapa bayangan Bre selalu menghantuiku dan selalu ada di benakku?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku membuka diary ku dan aku mulai menuliskan semuanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Tuhan, pertemuanku dengan Bre di “Coffe Shop” membuatku semakin tidak bisa melupakan Bre. Dulu, aku benci padanya karena dia telah meninggalkannku. Tapi dibalik semua itu, aku merasa tergugah dengan semua kisah Bre yang telah dai ceritakan padaku. Mungkin Bre tidak akan pernah kembali padaku, tapi aku tahu kalau Bre tetap menyayangiku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Lagu untuk Bre..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Tanpamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah pergi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun kucoba untuk tetap disini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun tanpamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kau pergi bersamanya, tinggalkan aku disini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua kisah kita akan selalu kusimpan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku pinta padamu, jangan kau lupakan aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun kau kini bersamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah pergi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun kucoba untuk tetap berdiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun tanpamu dihatiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Malam itu, aku mengakhiri catatanku dengan menuliskan sebuah lagu untuk Bre. Aku berencana menjadikan lagu yang kutulis sebagai lagu pertama di bandku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Bre VS Ferucha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Krinnngggggg…”hanphoneku berdering. Aku membuka hanphoneku dan melihat siapa yang telah memanggilku. Nomornya tidak ku kenali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Hallo, siapa nih?,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi, ini aku, Bre. Kamu belum save nomor aku ya?,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku teringat, pada saat itu Bre mengirim sms padaku, namun tidak aku tanggapi karena kondisiku saat itu sednag tidak karuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ohh..iah Bre, maaf ya aku lupa,”jawabku padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Deuhh..Ichi sombong banget sih, aku kirim sms juga sampei gak di bales,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Maaf Bre, aku waktu itu lagi sibuk,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Emmmhhh..kalau sekarang, kamu lagi sibuk nggak?,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Sekarang? Gak, sekarang aku lagi libur kuliah,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Bagus dong kalau gitu. Hari ini kita ketemu yu,” ajaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ketemu? Boleh.. Mau ketemu di mana? Terus jam berapa?,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kita ketemu di “ Coffe Shop” jam dua siang. Ok, Aku tunggu ya Chi,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok, sipp..” jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Bre lalu mengakhiri pembicaraannku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Tumben, Bre mengajakku bertemu. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa ya? Apakah dia mau memperkenalkan pacarnya padaku?”tanyaku dalam hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jam 2 siang di “Coffe Shop”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku duduk sendiri menunggu kedatangan Bre. Aku melihat ke sekeliling ruangan di “Coffe Shop,” memperhatikan para pengunjung “Coffe Shop.” &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre kemudian datang bersama seorang laki-laki yang berperawakan tinggi dan berkulit putih. Sebelum Bre menghampiriku, aku sudah dapat menebak bahwa yang sedang berjalan menujuku adalah Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Hi.. , maaf telat,”ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh ia, kenalin Chi, “ ucap Bre sambil menyuruh laki-laki yang bersamanya itu untuk menyalamiku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ferucha.. Seneng bisa kenal kamu,”ucapnya ramah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ichi..”ucpku kembali padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre lalu memesan tiga hot Capuccino dan Chese Roll.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ayo Chi, diminum,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kami saling terdiam karena aku juga bingung mau berbicara apa pada Bre. Aku kemudian memperhatikan Ferucha, laki-laki yang bersama Bre. Aku bertanya-tanya, apakah ini yang menjadi pacar Bre?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Chi..”Tanya Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Eh ia,”jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Qo kamu diam terus sih, kenapa? Aku tahu, pasti kamu ngira kalau Ferucha itu pacar aku. Iya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?,” ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku hanya tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ferucha ini sahabat aku,” kami memang baru kenal, tapi aku ngerasa udah lama kenal sama dia dan dia yang selama ini mendengarkan semua masalah-masalahku,”ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Iya Chi, aku bukan pacar Bre qo. Tapi aku tahu qo semua masalah dia, termasuk kisah kamu sama Bre waktu dulu,”jelasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mendengar ucapan Ferucha, aku menjadi malu. Malu karena pasti Bre sudah menceritakan semua tentangku pada Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Owh..aku kira, kamu pacarnya Bre,”ucapku pada Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Siang itu, aku, Bre dan Ferucha saling berbicara banyak. Aku banyak mendengarkan pengalaman-penngalaman dari Ferucha yang ternyata dia adalah seorang DJ. Pantas saja, penampilannya begitu keren dan juga tubuhnya sangat terawat dan wangi. Hari itu, aku merasa bagaikan seorang permaisuri yang dikelilingi oleh laki-laki tampan. Bre mantan pacarku, merupakan sosok yang sempurna bagiku dan Ferucha juga sosok yang menyenangkan. Tanpa disadari, aku terus memperhatikan Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertemuanku hari ini dengan Bre dan Ferucha membuatku senang. Senang karena aku bisa melihat dan mengobrol bersama Bre dan juga senang karena aku mengenal sosok baru, yaitu Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku membuka hanphoneku, dan ternyata ada satu sms yang masuk di inboxku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Hei nona Ichi, kemana aja lu? Kita tadi ngumpul di kostan. Lu kemana sih?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu membalas sms dari Detriz&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Hei juga nona Detrizduan.. maaf smsnya baru gw bales. Hari ini gw seneng banget. Gw barusan abis katemuan sama Bre dan juga Ferucha.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Beberapa menit kemudian, sms balasan dari Deriz tiba.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Pantesan lu nggak ngasih kabar sama kita. Ohh..jadi gitu.. Ferucha? Siapa tuh?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu membalas kembali smsnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Heheheh..iah, maaf ya gurls tadi gw nggak ngasih kabar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kalian. Ferucha itu?? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dewh..hehehe..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Detriz kemudian membalas smsku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Ikhh…pelit, nggak mau bilang. Pokokknya besok lu harus cerita sama gw.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu membalas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Ya..ya..ya.. tenang ya. Besok gw pasti bakal cerita qo. Udah ya, gw mau tidur. Ngantuk nih.. Hoooaaammm..”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu mengakhiri sms ku dengan Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“ Ichii….” Teriak Detriz padaku saat aku baru saja turun dari mobilku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Aduh..aduh.. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa ya ini. Nanti saya pasti bakalan ngadain konfernsi pers,” ucapku bagaikan artis yang disodori beberapa pertanyaan dari wartawan infotaintment.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Yee… dasar lu..sok artis..hehehe.. Ichii, mana?katanya lu mau cerita tentang siapa tuh yang kemarin tuh?,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Ferucaha…,”jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah, Ferucha. Siapa tuh Ferucha?,”tanyanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu mengajak Detriz ke kantin untuk menceritakan semua kejadian kemarin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Wahh..jadi kemarin lu diajak ketemu sama Bre? Terus-terus lu ngapain aja tuh kemarin,”Tanya Detriz antusias.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘ Kemarin ya kita Cuma ngobrol-ngobrol aja. Bre juga bareng sama Ferucha. Sumpah De, Ferucha ganteng banget. Du you Know De? Ferucha itu DJ,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Waww…dia ganteng terus udah gitu dia DJ?pasti keren banget tuh yang namanya Ferucha itu”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya dia emang keren banget. Gw kemaren ampe salah tingkah karena kemaren gw dikelilingin sama cowok ganteng. Bre sama Ferucha sama-sama ganteng,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Eh Chi, tapi lu nanya gak si Ferucha itu sukanya sama cewek apa sama cowok?,”Tanya Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ gak, tapi gw yakin qo kalau si Ferucha suka sama cewek,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat kami sedang asik mengobrol, tiba-tiba Diora dan Dara menghampiri kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Woi..Nona Ichi.. cieee..dapet kenalan baru nih non?,”ledek Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kenapa Nona Diora Basbeth? Lu pasti tau dari Detriz ya?,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya,”jawabnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ikh..qo gw nggak tau sih lu dapet kenalan baru,” ucap Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Nona Dara Dereva, makannya jadi orang itu jangan lemot, jadi gini deh, lu ketinggalan informasi,” ledek Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ikh.. gw nggak lemot tau. Lu nya aja yang nggak ngasih tau gw,”hardik Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku dan Detriz hanya tertawa saja melihat tingkah mereka yang selalu saling ledek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Saat aku baru saja keluar dari kelas, tiba-tiba handphoneku berdering dan ada satu sms masuk di inboxku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Hi. Kamu Ichi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Aku Ferucha, masih inget nggak?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Hahhh…Ferucha?”ucapku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku lalu membalas sms dari Ferucha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Hi, iah, aku inget qo. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa ya?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beberapa menit, sms Ferucha telah aku terima&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt; Kamu lagi di kampus ya? Udah keluar kelas?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku membalasnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iah, Udah qo. Kenapa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beberapa menit kemudian, sms balasan dari Ferucha tiba&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -9pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;“ Aku jemput kamu ya di kampus?aku pengen jalan-jalan nih. Gimana? Mau nggak?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku membalasnya lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“ Kamu nggak usah jemput aku. Aku bawa mobil sendiri. Kita ketemu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;janjian aja di mana gitu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Balasan dari Ferucha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;“Ok kalau gitu. Ditunggu ya di café Rock.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku membalasnya lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“OK”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Guls… gw duluan ya. Gw mau ketemu sama Ferucha..heheh,”ucapku pada sahabat-sahabtku yang sedang berada di lorong kampus.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Chi..gw ikut dong.. gw &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; pengen tau Ferucah itu kaya apa,”pinta Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Iah, gw juga pengen ikut,”timpal Dara dan Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Guls..kalian nati aja ya.. nanti juga pasti bakalan gw kenalin sama kalian. Ok.. Yu akh..gw pergi dulu ya,” ucaoku sambil pergi meninggalkan mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku sudah tiba di Rock Café dan Ferucha ternyata sudah menunggu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Hi, sorry lama,”ucapku padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Ya, no problem,”jawabnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kami lalu memesan makanan dan kami lalu mengobrol.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Eh ya, kamu qo bisa tau nomor Hp aku?,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Owh..itu, waktu itu aku lagi pinjem Hp nya Bre, terus aku nggak sengaja liat nomor kamu di Hp nya Bre. Yaudah, aku save aja nomor Hp kamu,”jelasnya panjang lebar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Owhhh..gitu ya,” ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Maaf ya kalau aku lancing udah ngambil nomor kamu,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;‘”Ehh..nggak qo. Nggak apa-apa,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Siang itu, suasana Rock café cukup ramai karena jam makan siang. Di Rock café, aku cukup mengenl Ferucha melalui cerita-ceritanya, kami saling berbagi pengalaman dan aku menjadi semakin mengenal sosok Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Saat kami sedang asik mengobrol, tiba-tiba Ferucha membicarakan sesuatu yang sangat serius.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Chi, aku mau ngasih tahu sesuatu sama kamu,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Soal apa?,” tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Soal Bre,”ucapnya pelan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Deggg…” mendengar ucapan Ferucha yang akan membicarakan soal Bre, aku agak sedikit terkejut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Memangnya ada apa dengan Bre?,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Chi, lu tau nggak, Bre sekarang udah putus sama pacarnya yang orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; itu. Bre bilang dia gak mau hidup seperti itu dan dia juga bilang kalu dia masih sayang sama kamu,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Jadi??,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Iah, Bre mau kamu jadi pacarnya lagi,” jelas Ferucha padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Apa aku tidak salah mendengar? Apa ini hanya mimpi?Tuhan tolong sadarkan aku dari mimpi ini?ucapku dalam hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Chi..?? kamu mau nerima Bre lagi di kehidupan kamu?,”Tanya Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku tidak menjawab pertanyaan Ferucha itu. Aku hanya memperhatikan wajah tampan Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setibanya di rumah, aku termenung. Aku mengingat kata-kata apa yang diucapkan oleh Ferucha padaku. Kenapa disaat aku mulai menyukai Ferucha, tiba-tiba Bre berubah menjadi laki-laki normal dan dia ingin kembali padaku. Arggghh… aku bingung. Aku harus memilih antara Bre dan Ferucha. Hati kecilku berkata bahwa aku masih menyangi Bre, tapi hati kecilku yang lain juga berkata bahwa aku ingin memulai hidup baruku bersama seorang ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;“The Stars” Bersinar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Satu bulan kemudian&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hubunganku dengan Bre mennjadi dekat kembali, selain itu juga, hubunganku dengan Ferucha menjadi semakin dekat.Mereka selalu menemaniku dan mengisi hari-hariku. Entah kenapa, sekarang semuanya berubah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Chi, latihan yuk? Kita udah lama nggak latihan,”ajak Detriz padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Iah, ayo kita latihan. Katanya lu juga punya satu lagu buat band kita. Mana?,”Tanya Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;‘ Ya, gw pengen denger tuh lagu,”ucap Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Yaudah ayo, sekarang kita ke studio,” ajakku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kami berempat lalu pergi menuju studio band.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tiba di studio, aku lalu mencoba untuk menyanyikan lagu ciptaanku, setelah itu sahabat-sahabatku mencoba untuk mengiringinya dengan musik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Tanpamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah pergi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun kucoba untuk tetap disini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun tanpamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kau pergi bersamanya, tinggalkan aku disini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua kisah kita akan selalu kusimpan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku pinta padamu, jangan kau lupakan aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun kau kini bersamanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah hilang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku sadari kau telah pergi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun kucoba untuk tetap berdiri&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun tanpamu dihatiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku dan “The Stars” menjadi lebih sering berlatih, Bre dan Ferucha selalu menyaksikan kami berlatih dan sesekali mereka mengacungkan jempol tanda mereka menyukai lagu dari “The Stars.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Bre, kenapa kamu nggak nyoba masukin lagu kamu itu ke perusahaan rekaman? Lagunya bagus lho,” ucap Ferucha seusai aku dan “The Stars” selelsai berlatih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Ya sih, aku juga berencana kaya gitu. Tapi aku nggak punya kenalan orang perusahaan rekaman,”jawabku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Owhh..jadi gara-gara itu ya. Kalau itu sih gampang, aku &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; DJ, aku banyak qo kenalan orang-orang dari perusahaan rekaman. Kalau kamu mau, nanti aku Bantu,”ucapnya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Waahh..beneran tuh? Iya, aku mau banget lah,”jawabku penuh antusias.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ok kalau gitu, nanti aku tanya ke mereka kalau mereka udah setuju,nanti kita sama-sama ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;,’ucap Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat aku sedang asik mengobrol dengan Ferucha, diam-diam Bre memperhatikan kami dan terlihat bahwa Bre menyimpan rasa cemburu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Satu minggu kemudian, aku, Dara, Detriz dan Diora mendapatkan kabar gembira dari Ferucha. Pihak perusahaan rekaman bersedia untuk mendengarkan lagi dari “The Stars.” Aku, Ferucha,dan teman-temanku mendatangi label rekaman tersebut dan kami menyerahkan hasil rekaman lagu kami yang berjudul “Tanpamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua orangdari pihak lebel tersebut yang mendengarkan lagu dari ‘The Stars” dan reaksi mereka hanya mengangguk-ngagguk saja saat mendengarkan lagu kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Bagaimana pak?,” tanya Ferucha kepada Pak Andre sang produser dari label rekaman tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, menurut saya lagunya bagus dan enak untuk didengar,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Jadi, gimana pak lagu kami?diterima atau tidak,”tanyaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sejenak Pak Andre terdiam, dan kami merasa tegang menanti keputusan dari Pak Andre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, saya menerima lagu anda. Tapi tolong lagunya di tambah lagi, jangan hanya ini dan saya mau lagu yang lainnya kalian berikan pada saya dua minggu lagi,”ucapnya pada kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mendengar ucapan sang produser tersebut, perasaan kami sangat senang dan tidak dapat terganti oleh apapun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Terimakasih pak atas semuanya. Kami pamit pulang, ucapku pada Pak Andre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Ya, sama-sama. Jangan lupa ya, saya tunggu lagu kaian dua minggu lagi,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Siap pak,”jawab Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat perjalanan pulang, sungguh kami merasa sangat bahagia, apa yang kami harapkan sebentar lagi akan terwujud, dan semua itu juga berkat kehadiran Ferucha yang sudah mau memperkanalkan aku dengan produser rekaman tesebut. Mungkin, beberapa bulan kemudian ‘The Stars” bukan hanya menjadi band local &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; saja, mungkin nanti”The Stars’ akan berreinkarnasi menjadi “The Stars’ yang selalu bersinar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;Aku Tersenyum Lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;Lima&lt;/i&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i style=""&gt; Bulan Kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Suara teriakan para penonton begitu terdengar jelas. Meraka menyebut-nyebut “The Stars” dan sebagian dari mereka ada yang membawa poster bergambar kami dan bertuliskan “The Stars.” Ini sungguh seperti mimpi. Malam itu, aku dan band ku akan bernyanyi di hadapan banyak penonton. Band ku diundang oleh salah satu stasiun TV swasta di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; untuk mengisi acara ulang tahun dari stasiun TV tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku, Dara, Diora dan Detriz sudah siap di posisi masing-masing dengan alat musik kami masing-masing dan kami lalu menunjukan kemampuan kami untuk bermain musik. Aku melihat semua penonton sangat senang dan terhibur dengan “The Stars’ dan saat Dara mengajak mereka untuk bernyanyi, mereka hafal dengan lagu-lagu kami.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Hebat, kalian tadi sungguh memukau,”ucap Ferucha setelah kami selesai manggung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Tentu donk pastinya, “The Stars” githu lho,”timpal Dara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Heheheh…iah, kalian memang hebat qo,”ucap Bre yang tiba-tiba hadir di belakang panggung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Bre..”ucapku padanya. Aku terkejut karena Bre tiba-tiba hadir di sini. Kali ini Bre terlihat makin tampan dengan menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna abu-abu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Selamat ya Chi, band kamu sekarang udah sukses. Kamu juga tepat banget memilih Ferucha untuk menjadi manager band kamu,”ucapnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Makasih ya Bre,”ucapku sambil tersenyum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Handphoneku berdering, dan ternyata Bang Ali yang menelephoneku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;‘ Hallo bang,”sapaku dari Hp.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Halo, Ichi selamat ya. Abang udah liat bandmu di TV, Abang salut dengan bandmu. Kamu dan teman-temanmu ternyata dapat meraih semua harapan kalian,”ucap Bang Ali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Iya Bang, aku juga berterimakasih banyak sama Abang, karena berkat studio band Abang, aku dan teman-temanku dapat berlatih band,”ucapku lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Bang Alii…Kita kangen sama abang…”teriak Detriz, Dara dan Diora.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Bang, kata teman-temanku, mereka kangen sama abang,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Iya, bilangin sama mereka, abang juga kangen sama mereka. Yaudah ya Chi, abang mau ngelayanin pelanggang studio dulu. Terus semangat ya Chi, jangan sampe lupa sama abang,”ucap Bang Ali di ujung telepon &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Oke, siap bang.. Aku dan “The Stars” nggak bakalan lupa sama abang.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu mengakhiri pembicaraanku yang singkat dengan bang Ali melalui telepon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Seusai menghibur para penonton, Bre mengajakku untuk jalan-jalan berkeliling &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dan menikmati suasana malam di Jakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Ayo Chi, lu jalan aja sama Bre, kita nggak akan ikut. Kita mau istirahat. Iya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Ferucha?,”ucap Detriz.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Ferucha hanya membalas ucapan Detriz dengan senyuman.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku kemudian terdiam dan merasakan dilemma. Aku merasa dilemma karena aku juga tidak tega dengan Ferucha. Aku tahu, Ferucha menyukaiku tapi kondisinya sekarang berbeda. Ferucha sekaranag menjdai manager bandku, dan kami sudah berkomitmen tidak boleh ada ikatan cinta antara manager dengan personil band “The Stars”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“Ayo donk Chi,”ajak Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Yaudah deh, gw pergi dulu ya,”ucapku pada mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku lalu pergi meninggalkan Ferucha dan sahabat-sahabatku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;☻☻☻&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bre menghentikan mobilnya tepat di depan pedagang makanan kaki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang berada di kawasan Kemang. Malam itu, Bre mengajakku menyantap sop kaki kambing khas &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Susana di warung sop kaki cukup sepi, pembelinya hanya aku dan Bre saja. Saat aku sedang melahap sop kaki, Bre tiba-tiba memandangku dan dia berbisik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;“ Chi, aku sayang kamu. Kamu mau nggak balik lagi sama aku?,”ucapnya pelan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kemudian memberhentikan makanku itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;‘”Balik sama aku?,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya, kamu mau &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; balik lagi sama aku?,”pintanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku kemudian terdiam. Aku berfikir panjang dan aku ingat pada Ferucha. Aku tidak mau menyakiti Ferucha. Jika aku kambali pada Bre, maka akan ada hati yang etrsakiti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Sorry Bre, aku nggak bisa buat balik lagi sama kamu,”ucapku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Kenapa? Pasti gara-gara Ferucha ya? Kamu suka &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sama Ferucha?,”ucap Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Nggak, bukan gitu. Untuk saat ini, aku mau aku focus dengan bandku dan aku mau kita jadi sahabat. Maaf ya Bre. Dulu aku memang selalu mengharapkan kamu buat kembali sama aku. Tapi sekarang aku tidak ingin sibuk dengan urusan cinta, sekarang yang aku mau hanya kesuksesan band “The Stars.” Maafin aku ya Bre,”ucapku menjelaskan padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku memang merasa tidak enak dengan Bre, tapi ini benar-benar keputusanku. Bre dan Ferucha adalah sahabat baik, aku tidak mau membuat persahabatan mereka rusak hanya gara-gara masalah cinta dan hanya gara-gara aku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bre mengantarkanku ke hotel tempat aku menginap. Tiba di kamar hotel, aku sudah disambut oleh Dara, Deriz, Diora dan juga Ferucha. Aku dan Bre lalu bergabung bersama Dara, Detriz, Diora dan juga Ferucha. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Ayo Chi, sekarang kita pesta minum hot cappuccino,”ucap Dara sambil memberiak segelas hot cappuccino padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Bre..”ucap Ferucha sambil memberikan segelas hot cappuccino pada Bre.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku meminum hot cappuccino yang diberikan oleh Dara padaku, dan malam itu, kami sangat bahagia dan gembira. Aku melihat Bre dan Ferucha sedang asik mengobrol sambil meminum hot cappuccino. Aku tidak tahu apa yang mereka obrolkan, tapi aku lega melihat mereka mengobrol bersama. Bre dan Ferucha menyukaiku, aku juga menyukai Bre dan Ferucha, tapi aku tidak mungkin untuk memilih salah satu diantara mereka. Aku sekarang menyayangi mereka sebagai seorang sahabat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku tidak mengharapkan dapat memiliki salah satu dari mereka, mungkin nanti akan ada pangeran tampan yang akan menjadi belahan jiwaku dan itu buak Bre atau Ferucha.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sungguh semua ini di luar dugaan, semua berubah, aku dan band ku, dulu hanya dikenal di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; saja, tetapi sekarang, seluruh &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mengenal kami. Aku tersenyum riang bersama sahabat-sahabatku. Semua kisahku yang terdahulu yang pernah aku alami, sudah aku kubur dalam-dalam. Bagiku, yang terpenting pada saat ini hanyalah “The Stars,”keluargaku, Bre dan juga Ferucha. Sekarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aku bisa tersenyum lagi melihat keajaiban dan perubahan dari semua kehidupanku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;The End&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Widia Ratna J&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;02.C.070804&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                &lt;/span&gt;Broadcast&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-2716958916208977933?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/2716958916208977933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=2716958916208977933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2716958916208977933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2716958916208977933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/04/normal-0-false-false-false.html' title='Aku Tersenyum Lagi'/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-1316113279171349316</id><published>2009-03-17T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T20:19:39.092-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengungkap Semut E 11&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hari ini Edi pulang sekolah sendirian. Sohib, sahabatnya yang biasa pulang bersamanya, hari itu sakit. Ia tidak masuk sekolah.&lt;br /&gt; Edi menyusuri jalan menuju rumahnya. Di sebuah warung makan di pinggir jalan. Edi melihat sebuah mobil. Walaupun kaca mobil itu tertutup, Edi bisa melihat seorang anak perempuan di dalamnya. Anak itu duduk sendirian di kursi belakang. Ia tampak gelisah, bahkan menangis.&lt;br /&gt; Anak perempuan itu lalu tampak menutup wajahnya dengan sapu tangan. Secara tak sadar, Edi terus memperhatikan anak itu. Anak itu juga memperhatikan Edi. Ia seperti ingin berbicara sesuatu ke Edi. Akan tetapi, tiba-tiba muncul dua lelaki dewaswa dari warung makan. Sepertinya mereka baru selesai makan.&lt;br /&gt; Dua laki-laki dewasa itu masuk ke mobil itu. Yang satu menyetir, yang satunya lagi duduk di belakang, di sebelah anak itu. Mobil itu kemudian melaju meninggalkan temapt itu.&lt;br /&gt; Edi baru sadar, ternyata ada sehelai saputangan tergeletak di jalan. Di sekitar tempat mobil tadi parkir. Sapu tangan itu berwarna kuning dengan motif bunga. Tampak ada bordir nama Ariessa. Pasti sapu tangan ini milik anak tadi, gumam Edi dalam hati.&lt;br /&gt; “ Kalau bertemu anak perempuan itu lagi, akan aku kembalikan,” pikir Edi. Keesokan harinya, di sekolah, Edi mendengar kabar tentang penculikan. Edi langsung teringat pada anak yang kemarin ia lihat. Ia semakin yakin kalau yang diculik adalah anak itu. Setelah ia melihat foto selebaran di papan pengumuman.&lt;br /&gt; Wajah anak di foto itu, sama persis dengan yang dilihat Edi. Nama anak itu Ariessa. Sama seperti bordiran di saputangan yang ditemukan Edi.&lt;br /&gt; “ Duh sayang aku lupa mencatat nomor mobil itu,” sesal Edi.&lt;br /&gt; “ Mobil siapa, Di?” Tanya Sohib penasaran.&lt;br /&gt; Edi segera menceritakan pengalamannya kemarin.&lt;br /&gt; “ Oya, aku menemukan sesuatu di tempat kejadian itu!” kata Edi lagi.&lt;br /&gt; Sepulang sekolah, Edi mengajak Sohib ke rumahnya. Ia mengeluarkan saputangan milik Ariessa. “ Ini dia yang aku temukan.”&lt;br /&gt; Sohib mengamati saputangan itu. Ia lalu mengendusnya.&lt;br /&gt; “ Kok, bau kunyit, ya? Sepertinya, setelah makan, ia mengusap mulutnya dengan saputangan ini.”&lt;br /&gt; Edi lalu berpikir, adakah petunjuk yang berhubungan dengan kunyit. Setelah berpikir beberapa saat, Edi masuk ke kamar mandi. Dibasuhnya saputangan itu dengan air sabun. Tiba-tiba muncul deretan huruf berwarna merah membentuk tulisan “ Semut E 11.”&lt;br /&gt; “ Semut?” gumam Edi dan Sohib bingung.&lt;br /&gt; Beberapa saat kemudian, Sohib berkata, “ Kalau tidak salah, Semut itu adalah kompleks yang ada di dekat kelurahan. Semesta Mutiara, sering disingkat jadi Semut.”&lt;br /&gt; “ Tapi tunggu dulu, aku punya pendapat lain. Apa jangan-jangan Semut itu adalah Sembilan Mutiara? Nama Sekolah SMA di deket sekolah kita,” ucap Edi.&lt;br /&gt; “Terus itu maksud E 11 apa?,” seru Sohib.&lt;br /&gt; “ Ya mungkin Ariessa itu bersekolah di Sembilan Mutiara kelas 11 E. Kita harus Bantu Ariessa keluar dari penculikan.”&lt;br /&gt; “ Mmmm… Ok, kita gini aja deh, sekarang kita lakukan penyelidikan di kedua tempat, yang pertama itu SMA Sembilan Mutiara dan yang ke dua kita ke Kompleks perumahan Semesta Mutiara. Gimana, setuju gak sama idie ku?,” Tanya Sohib.&lt;br /&gt; “ Ok, aku setuju.”&lt;br /&gt; Esok harinya, sepulang sekolah, Edi dan Sohib mendatangi SMA Sembilan Mutiara, lalu mereka menanyakan keberadaan Ariessa, apakah Ariessa murid di sekolah itu atau bukan. Dan ternyata, benar dugaan Edi. Berita penculikan Ariessa telah menjadi berita hebat di SMA tersebut, karena Ariessa merupakan murid di SMA tersebut. Setelah menemukan kebenaran tersebut. Edi dan Sohib kemudian pergi meninggalkan sekolah tersebut.&lt;br /&gt; “ Bener kana apa kata aku, Semut itu adalah Sembilan Mutiara. Sepertinya, Ariessa menjatuhkan saputangan itu agar aku melihat kode dari dia dan kemudian kita dapat membebaskannya dari para penculik itu,” ucap Edi kepada Sohib.&lt;br /&gt; Kemudian setelah itu, mereka lau mendatangai kompleks Semesta mutiara Blok E no 11. Saat mereka tiba di lokasi, mereka melihat sebuah rumah yang lumayan besar namun terlihat sepi, hanya saja di depan pager rumah itu, terdapat tulisan “ Awas Anjing Galak.”&lt;br /&gt; “ Tempat ini sepi sekali, dan mana mungkin para penculik itu menyekap Ariessa di sini,” seru Edi.&lt;br /&gt; “ Ya, tapi aku yakin Ariessa ada di sini. Apa kita coba masuk ke dalam?,” ajak Sohib.&lt;br /&gt; “ Jangan dulu, kamu gak lihat kalau di situ ada tulisan “ Awas Anjing Galak?,” tar kalau kita digigit gimana?,” ucap Edi.&lt;br /&gt; “ Akh… aku yakin itu cima trik penculik saja, agar tidak ada yang berani masuk ke dalam. Ya sudah, gimana kalau kita kembali lagi ke sini pada malam hari?,” ajak Sohib.&lt;br /&gt; “ Malam?. Ok, aku setuju. Mungkin malam hari si penculiknya sudah tertidur, jadi kita bisa masuk ke dalam rumah ini.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;♣♣♣&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Malam harinya, mereka kembali ke sebuah rumah yang diyakini di dalam rumah tersebut terdapat Ariessa. Saat mereka akan melomapati pagar, tiba-tiba datang sebuah mobil yang akan masuk ke dalam rumah tersebut. Edi dan Sohib lalu bersembunyi agar tidak ketahuan. Mereka bersembunyi di balik pohon sambil mengintip siapa orang yang ada di dalam mobil tersebut.&lt;br /&gt; Tanpa di sangka-sangka, ternyata Ariessa keluar dari mobil tersebut bersama dengan dua laki-laki yang pernah dilihat Edi.&lt;br /&gt; “ Nah, itu tuh laki-laki yang aku lihat waktu itu,” seru Edi.&lt;br /&gt; “ Sssssttttt…. Jangan berisik, nanti kedengeran,” ucap Sohib.&lt;br /&gt; Tapi ada sedikit kejanggalan dalam peristiwa ini, pada malam itu, Ariessa terlihat cantik dan memakai baju yang berbeda saat Edi melihat Ariessa kemarin di dalam mobil. Namun, muka Ariessa terlihat sedih dan kemudian  dua laki-laki itu menyeret Ariessa ke dalam rumah tersebut.&lt;br /&gt; “ Kita masuk sekarang? Apa kita telepon polisi, agar polisi saja yang menangani kasus ini,” ucap Edi.&lt;br /&gt; “ Tunggu dulu, lebih baik sekarang kita masuk dan kita lihat ada apa di dalam. Ayo, sekarang kita masuk,” ucap Sohib mengomando.&lt;br /&gt; Edi dan Sohib kemudian melompati pagar yang sudah terkunci itu dan mereka berjalan perlahan untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam rumah tersebut. Edi dan Sohib kemudian melihat isi rumah tersebut melalui jendela, mereka mengintip. Dan ternyata di dalam rumah tersebut, banyak anak perempuan seusia Ariessa. Edi dan Sohib baru menyadari bahwa tempat tersebut adalah tempat penampungan anak-anak remaja yang akan di jadikan PSK. Edi dan Sohib melihat Ariessa sedang menangis, di rumah tersebut juga terdapat satu orang perempuan dewasa yang berpakaian terbuka. Perempuan itu sedang berbicara kepada dua laki-laki yang membawa Ariessa dan Ariessa masih saja menangis di depan dua laki-laki dan perempuan dewasa tersebut.&lt;br /&gt; Malam itu terlihat sangat mencekam, Edi dan Sohib tidak menyangka akan sampai di tempat seperti ini. Mereka merasa takut, takut jika mereka ikut tertangkap oleh penjaga rumah tersebut.&lt;br /&gt; “ Di, kamu telepon polisi aja sekarang. Ayo cepat, sebelum terlambat,” ucap Sohib sambil berbisik.&lt;br /&gt; Edi kemudian menelepon polisi dan memberitahukan dimana lokasi tempat penculikan tersebut.&lt;br /&gt; Sambil menunggu kedatangan polisi, Edi dan Sohib terus mengamati kejadian di dalam rumah tersebut melalui jendela. Saat mereka sedang mengamati, tiba-tiba dari arah belakang ada seorang lelaki bertubuh besar menepuk pundak Edi.&lt;br /&gt; “ Kalian lagi apa di sini,” ucap lelaki tesebut dengan mata yang melotot.&lt;br /&gt; Melihat lelaki tersebut, Edi dan Sohib lari karena mereka takut. Mereka takut tertangkap karena mereka sudah mengintip.&lt;br /&gt; Edi dan Sohib berlari sekencang-kencangnya dan mereka keluar dari pekarangan rumah tersebut, dan lelaki bertubuh besar itu kemudian terus mengejar Edi dan Sohib.&lt;br /&gt; Saat mereka sedang berlari, tiba-tiba datang mobil polisi, Edi dan Sohib kemudian meminta pertolongan polisi tersebut karena mereka dikejar oleh lelaki bertubuh besar.&lt;br /&gt; “ Pa tolong kami, itu rumah dimana Ariessa berada pa dan kami dikejar oleh orang dari rumah tersebut,” ucap Sohib dengan napas yang terengah-engah.&lt;br /&gt; “ Ade-ade tenang ya, kami akan menolong kalian dan akan membebaskan Ariessta,” ucap pak polisi itu.&lt;br /&gt; Mendengar bunyi sirine dari mobil polisi, lelaki yang mengejar Edi dan Sohib kemudian berlari berbalik arah kembali menuju rumah di mana Ariessta berada.&lt;br /&gt; Karena tidak dapat mengalahkan kejaran mobil polisi, lelaki tersebut akhirnya tertangkap kemudian polisi tersebut membawa lelaki tersebut ke rumah dimana Ariessa berada. Edi dan Sohib ikut berda di dalam mobil polisi tersebut.&lt;br /&gt; Setibanya di rumah itu, bapak-bapak polisi kemudian mendobrak pintu rumah tersebut dan masuk ke dalam rumah tersebut. Dan ternyata benar dugaan Edi dan Sohib, Ariessa akan dijadikan sebagai PSK, di rumah itu juga ada beberapa remaja lainnya yang akan di jual. Akhirnya para sindikat penjual remaja itu tertangkap dan mereka di bawa ke kantor polisi. Edi, Sohib dan juga Ariessa ikut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;♣♣♣&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Esok harinya, setelah kejadian tersebut berlalu, Ariessa mendatangi sekolah Edi dan Sohib. Ariessa mengucapkan terimakasih kepada Edi dan Sohib, berkat pertolongan mereka, Ariessa terbebas dari sindikat penjualan remaja.&lt;br /&gt; “ Aku ucapin makasih ya atas bantuan kalian. Aku waktu itu emang sengaja ngejatuhin saputangan aku dan ngasih tulisan Semut E 11. Waktu itu aku berharap kamu bisa ngerti apa yang aku tulis,” ucap Ariessa.&lt;br /&gt; “ Ya, aku dan Sohib juga sebenernya waktu itu sempet bingung juga sih soal Semut E 11, karena kita punya dua persepsi tentang Semut E11,” ucap Edi.&lt;br /&gt; “ Oh ia, tapi kok itu nama Semutnya bisa pas ya? Pas sama nama sekolah kamu dan pasa sama nama alamat tempat kamu diculik. Namanya sama persis,” seru Sohib.&lt;br /&gt; “ Ya, itu kebetulan aja. Aku juga gak tau kenapa nama Semut E 11 itu sama kaya nama sekolah  dan kelas aku, kelas 11 E. Jadi ceritanya, pas aku di dalam mobil, sebelum si penculik itu ke warung makan, aku denger obrolan mereka, dan mereka bilang mau bawa aku ke Semut E 11, ya jadinya aku nulis itu deh di saputangan. Untungnya kalian cerdas, jadi bisa ngerti apa yang di maksud semut itu,” ucap Ariessa.&lt;br /&gt; “ Kita emang cerdas kok,heheheh… “ canda Edi.&lt;br /&gt; Setelah mereka mengobrol cukup lama, mereka lalu mengakhiri pembicaraan mereka, dan Ariessa tidak ada habisnya mengucapkan terimakasih kepada Edi dan Sohib.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The End&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-1316113279171349316?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/1316113279171349316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=1316113279171349316' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/1316113279171349316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/1316113279171349316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/03/mengungkap-semut-e-11-hari-ini-edi.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-5388391470548977381</id><published>2009-03-17T20:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T20:18:11.382-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;Karakter pemeran utama dalam cerpen “ Menggapai Bintang” ini ad&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.1  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="user"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20090311;12030000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="user"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20090311;12030000"&gt;&lt;style&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt;“ &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;Menggapai Bintang “&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	Siang itu, di pelataran parkir kampus, Mahadewi yang biasa di panggil Maha sedang memarkirkan mobil kesayangannya. Dia lalu segera menuju kantin kampus untuk menemui kedua sahabatnya yaitu Detriz dan Inodth. Siang itu, Maha berjalan dengan hati yang berseri karena akan bertemu dengan teman-temannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	Setibanya di kantin, Maha lalu menemui temannya itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Hai Gurls… Uda pada mejeng aja nih di sini?,” ucap Maha menyapa sahabatnya itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Ya nih, abisnya gak ada dosennya nih, yauda jadi mendingan kita di sini aja. Tuh liat si Inodth, dia uda ngabisin dua porsi bakso,” ucap Detriz sambil menujukan arah matanya kepada Inodth.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	Maha pun kemudian ikut-ikutan memperhatikan Inodth yang sedang asik makan bakso.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Ya ampun nodth… lu laper apa kesetanan sih? Anak gadis qo makannya banyak banget,” ucap Maha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Biarin aja, abisnya gw lagi kesel banget.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Nah lho, kesel kenapa lu?.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Itu lho, si Inodth dapet nilai C di mata kuliah English,” timpal Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Owwwhh….. Pantes lu makan ampe banyak gini. Mau nambah lagi gak lu? Nanti gw pesenin buat lu..,” canda Maha sambil tertawa.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Ya nodth beli pesen lagi tuh, biar kesel lu ilang…hehehehe,” ledek Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba Mella datang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Hi, sorry gw telat, abis kuliah dulu,” ucapnya dengan tampang yang stress.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Gurls, gw mau ngomong serius nih tentang kelangsungan band kita. Band kita kan udah lamu berdiri, tapi kenapa ya band kita gak bias eksis? Ya paling juga band kita Cuma main di pensi sekolahan kita aja. Gw pengen band kita jadi terkenal kaya band nya “ She,” ucap Maha yang bertindak sebagai ketua dalam band “ The Stars” tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Gw tau caranya gimana biar band kita bisa eksis?”. Mella lalu mengeluarkan brosur dan menunjukan brosur itu kepada teman-temannya. “ Nih, kita ikut festival band. Ajang ini bisa bikin band kita jadi ngetop,” ucap Mella dengan penuh semangat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;	“ Gw setuju, band kita harus nyoba buat ikut festival band. Gimana yang lainnya setuju gak?,” ucap Maha&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Ya kalau gw sih setuju-setuju aja, asal band kita bisa berkembang,” timpal Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Gw juga setuju,” ucap Inodth.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Siang itu mereka lalu berlatih dengan penuh semangat. Maha (Gitaris &amp;amp; vocalis), Detriz (Drumer), Inodth (Bassis) dan Mella (Keyboard). Merak membawakan lagu-lagu ciptaan mereka. Setelah mereka merasa puas dengan latihannya itu. Mereka lalu merekam lagu-lagu mereka ke dalam bentuk CD dan hari itu jugalah mereka langsung mengantarkan demo lagu mereka ke panitia festival Band.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	Dalam perjalanan pulang, di dalam mobil mereka berdoa agar band mereka terpilih dan menjadi pemenang.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	“ Gurls, kalian masih inget kan sama janji “ The Stars?.” Janji, kalau diantara kita gak boleh ada yang pacaran sebelum band kita bisa terkenal,” ucap Maha.	&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	“ Iah, kita inget qo,” ucap Inodth.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	“ Emanknya kenapa sih?,” timpal Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	“ Gw gak mau aja band kita kacau gara-gara ada diantara kita yang sibuk pacaran, dan akibatnya jadi gak focus sama latihan kita,” ucap Maha dengan tegas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; 	“ Tenang aja, gak bakalan ada yang pacaran qo. Kan kita semua uda janji,” ucap Mella.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Satu bulan kemudian…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Maha, sorry ya gw gak bisa latihan.. Gw mau nganterin mama gw ke dokter. Gak apa-apa ya?,” bujuk Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Kalau lu gak ada, kita gimana bisa latihannya, jadi gak lengkap donk,” ucap Maha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Tapi mama gw perlu gw banget, sakitnya parah.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;  Karena mendengar ucapan Detriz yang mengetakan bahwa mamanya sakit parah, maka akhirnya Detriz diizinkan, namun mereka menjadi tidak latihan pada hari itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “Thank’s ya Maha.. Yauda, gw pergi dulu ya Gurls, bye..”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setelah Detriz pergi, Mella, Maha dan Inodth saling memandang dan mereka memiliki pemikiran yang sama yaitu “ JALAN-JALAN KE MALL.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setibanya di mall, mereka asik berjalan-jalan kemudian makan siang bersama. Namun saat di mall, ada pemandangan yang tidak mengenakan bagi mereka. Mereka melihat Detriz sedang berdua bersama cowok.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Kurang ajar banget tuh anak,” ucap Maha dengnan nada kesal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Udahlah, mendingan besok kita selesein masalah ini, jangan disini. Malu banyak orang,” ucap Inodth.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Detriz, gw and anak-anak kecewa banget sama lu, ucap Maha dengan marah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Tung..tunggu dulu… Maksud kalian apa kecewa sama gw?,” ucap Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Alahh….. Lu jangan pura-pura gak tau gitu ya. Kemarin kita liat lu lagi pacaran di mall. Thank’s lu udah bohongin kita,” ucap Mella.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Gurls, denger dulu penjelasan gw. Cowo itu tuh bukan cowo gw,” hardik Detriz.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Bukan cowo lu tapi qo kalian pegangan tangan segala. Udah lu ngaku aja sama kita,” ucap Inodth.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Hari itu, Maha, Mella dan Inodth menyidang Detriz habis-habisan, hingga akhirnya Detriz menangis dan mengakui semuanya itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Setelah kejadian itu, sudah satu minggu Detriz tidak terlihat di kampus, Maha mendatangi ke rumahnya namun tidak ada, begitu juga jika di telepon selalu tidak ada jawabannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Nodth, apa kita kejam ya sama Detriz sampai-sampai dia ngilang dari kita,” ucap Maha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Kita gak kejam qo, kita kan pengen band kita sukses, jadi biar gak ada penggangunya, maka kita gak boleh dulu punya pacar.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Tapi gw ngerasa salah banget uda marah-marhin dia.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Udah… Lu tenang aja, si Detriz pasti bakalan balik lagi ke kita qo.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Saat Maha dan Inodth sedang mengobrol, tiba-tiba Mella datang menghampiri mereka dengan ekspresi wajah yang terlihat senang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Gurls…. Gw bawa kabar gembira buat band kita,”ucap Mella bahagia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Berita apaan sih Mell??,” ucap Maha.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; “ Band kita.. “The Stars” terpilih menjadi sepuluh duapuluh besar se- Indonesia,” ucap Mella sambil memberikan majalah yang mencantumkan nama “ The Stars” sebagai Finalis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Mereka lalu bersorak karena senang. Lalu mereka berniat untuk mencari Detriz, dan meminta agar Detriz kembali ke “ The Stars”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Pencarian terhadap Detriz, dilakukan dan akhirnya, selama dua hari mereka mencari,mereka tidak bertemu. Namun, akhirnya Detriz sendiri yang menghampiri mereka dan meminta maaf  kepada mereka. Hubungan Detriz dengan kekasihnya itu sudah kandas karena kekasihnya itu telah menghamili wanita lain dan Detriz sangat menyesal dengan semua kejadian ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="center"&gt; ☻☻☻&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Tanggal 10 Jaunuari 2009 “ The Stars” akhirnya tampil di festival Band Indonesia, dan tanpa di sangka, “The Stars” berhasil menjadi pemenang pertama dalam Festival Band Tersebut. Maha, Mella, Detriz dan Inodth merasa sangagt bangga sekali dengan apa yang mereka raih. Ternyata band mereka tidak sia-sia. Dan itu juga berkat Maha yang selalu menyemangati teman-teman sesama bandnya itu untuk terus berjuang dan berlatih. “ The Stars sudah terbentuk dua tahun yang lalu namun “ The Stars “ bisa menjadi populer pada tahun 2009. Dan kini “ The Stars” memiliki sebuah album yang sangat laris dipasaran dan sekarang empat orang gadi itu menjadi populer namun mereka tetap gadis-gadis yang baik dan tidak sombong.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;THE AND&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;                                                                            &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Widia Ratna J&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;                                                                              &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;02C070804&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-5388391470548977381?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/5388391470548977381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=5388391470548977381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/5388391470548977381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/5388391470548977381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/03/karakter-pemeran-utama-dalam-cerpen.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-150327577019744613</id><published>2009-03-17T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T20:15:02.149-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Deskripsi Tokoh Fiksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Peran Utama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;► Nama  : Mahadewi Melodya&lt;br /&gt;► Tanggal lahir : 2 Februari 1989&lt;br /&gt;► Berat Badan : 45 kg&lt;br /&gt;► Tinggi  : 165 Cm&lt;br /&gt;► Hoby  : Main musik, traveling, Off road, shoping&lt;br /&gt;► Warna fav  :  Hitam, putih, merah, biru&lt;br /&gt;► Makanan fav : Spagethi, ayam bakar, sea food&lt;br /&gt;► Kebiasaan Jelek : Suka jailin temen-temennya, kadang suka lelet&lt;br /&gt;► Sifat  : Mudah bergaul dengan siapa saja, baik, ramah, ambisius&lt;br /&gt;► Jenis Kulit  : Putih&lt;br /&gt;► Gol Darah  : A&lt;br /&gt;► Gaya Rambut : Pendek (model harajuku ), memakai poni pinggir yang menjadi   daya tariknya&lt;br /&gt;► Gender  : Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tokoh Mahadewi yang biasa dipanggil Maha berasal dari keluarga yang cukup berada. Maha lahir sebagai anak tunggal. Ayahnya bekerja sebagai pengusaha showroom mobil, sedangkan ibunya bekerja sebagai design interior. Maha memiliki banyak bakat dan prestasi yang paling menonjol adalah bakat bermain musik. Bersama kawan-kawannya (Detriz, Mella dan Inodth ), Maha mendirikan sebuah band yang bernama “ The Stars.” Maha memiliki sifat yang sangat ambisius, dan dia juga yakin bandnya tesebut akan menjadi band yang populer.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-150327577019744613?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/150327577019744613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=150327577019744613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/150327577019744613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/150327577019744613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/03/deskripsi-tokoh-fiksi-peran-utama-nama.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-4920209481540895494</id><published>2009-02-23T02:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T02:03:10.873-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWS6%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Black"; 	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Selly Jadi Seleb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;“ Jadi artis itu susah Selly.. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Banyak godaannya,” ucap ibu sambil memindahkan channel tv yang sedang ditontonnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“ Iya bu.. Tapi aku yakin aku bisa bu buat jadi artis. Aku pingin dikenal semua orang,” ucap Selly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Tapi ibu tidak setuju kalau kamu jadi artis.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Suasana di ruang tv pada saat siang yang panas itu menjadi semakin panas akibat perdebatan antara ibu dan Selly. Selly tetap bersikeras ingin menjadi artis. Memang sih, jika dilihat dari penampilan fisik, Selly layak untuk menjadi artis karena Selly memiliki wajah yang cantik, dan postur tubuh yang ideal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;” Pokoknya Selly mau jadi artis bu.. Selly juga ingin membahagiakan ibu dan Sella,” ungkap Selly dengan nada bicara yang memaksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Yaampun, ini ada apa sih bu?, qo kak Selly ribut banget?. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ibu juga nih, ikutan ribut. Ada apa sih?,” seru Sella yang tiba-tiba muncul dari kamarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Nih kakakmu, dia pingin jadi artis dan terkenal,” ucap ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;” Hah.. Kakak pingin jadi artis?. Kakak serius?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Yee..gw serius. Lagian juga gw pengen ngebahagiain ibu dan loe juga,” ucap Selly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendengar ucapanku itu, Sella dan ibu diam dan tidak berkata apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Udah akh, bu, Sella, pokkonya aku pengen jadi artis, dan aku yakin aku bisa,” Selly kemudian pergi meninggalkan ruang tv dan masuk ke kamarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;♣♣♣&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Esok harinya, seperti biasa, Selly pergi ke sekolah dan saat mengikuti pelajaran di sekolah, Selly masih saja memikirkan berbagai macam cara agar dirinya bisa menjadi artis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat jam istirahat tiba, Selly lalu berkumpul di kantin sekolah bersama sahabatnya yang bernama Karin dan Selly menceritakan semua keinginannya itu kepada Karin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Sell, menurut gw nih ya, nyokap loe tuh bener. Jadi artis itu gak gampang. Terus, kalau loe gak hati-hati, loe malah bisa ketipu,” ucap karin yang sesekali sambil meminum milk shake coklatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ketipu gimana maksud loe?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Iah, ketipu karena loe pengen banget jadi artis. Loe pernah denger gak berita tentang remaja yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk kamera tersembunyi pas dia lagi ganti baju?. Itu salah satu contoh kejadian penipuan dengan iming-iming biar bisa jadi artis?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Owh... ia gw tau.. Berita yang ada cewek di suruh casting terus pas cewek itu lagi ganti kostum, ada yang rekam cewek itu pas lagi ganti kostum kan??.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;” Nah, betul.. Itu maksud gw.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Akh tapi gw&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetep pengen jadi artis. Lagian juga gw kan bisa hati-hati dulu kalau mau casting. Ya gak?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ya, itu sih terserah loe aja deh.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;♣♣♣&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiga bulan kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari itu, dengan wajah yang ceria dan dengan penampilan yang sangat cantik, Selly berangkat menuju tempat casting film di kawasan Kebon Jeruk Jakarta. Sesampainya di sana, banyak sekali gadis-gadis seumuran Selly yang akan mengikuti audisi menjadi pemain film. Setelah menunggun lama, akhirnya nama Selly di panggil oleh crew casting untuk memperlihatkan kemampuan akting Sally.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ok, kamu jangan grogi ya saat casting ini, karena ini adalah hal yang sangat serius,” ucap pencari tallent tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Selly kemudian hanya menganggukan kepala saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Ya, coba sekarang kamu akting sedih, ketawa dan marah-marah,” suruh pencari tallent itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Selly kemudian menuruti apa yang diperintahkan oleh crew tersebut. Dan proses casting Selly berlangsung selama duapuluh menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ok, akting kamu cukup bagus. Nanti saya akan hubungi kamu jika kamu terpilih untuk jadi pemeran dalam film ini.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Setelah casting selesai, Selly kemudian pulang menuju rumahnya dengan hati yang berdebar-debar apakah dai akan terpilih atau tidak dan Selly berdoa di dalam hatinya agar dia terpilih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;♣♣♣&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Dua minggu kemudian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Krrinnnngggggggg.... ” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Telepon itu berbunyi dari rumah selly. Mendengar bnyi telepon itu, ibu kemudian mengangkat telepon tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Selamat sore bu.. Bisa bicara dengan Selly??,” ucap seorang pria yang berbicara melalui telepon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Owh.. ia, ini dari siapa ya?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Saya dari artist management mau membertitahukan sesuatu kepada Selly.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ibu lalu memanggil Selly dan memberikan telepon itu kepada Selly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ia, ini dengan Selly. Ada apa ya mas?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Selly, selamat kamu terpilih menjadi pemeran utama dalam Film ” Cinta = Sahabat,” ucapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendengar berita itu, Selly terlihat sangat gembira dan Selly kemudian terdiam sejenak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Apa mas?? Saya terpilih?.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ia, selamat ya Selly. Besok saya tunggu kamu di studio saya untuk menandatangani kontrak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Baik mas, besok saya pasti akan datang.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Ok Selly, saya tunggu besok ya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Klik..” Kemudian pembicaraan mereka berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selly tidak dapat mempercayai semua ini, impiannya untuk menjadi artis benar-benar terwujud. Setelah mendapatkan berita tersebut, Selly kemudian memberitahukan berita tersebut kepada ibu dan juga adiknya. Karena Selly sudah terlanjur terpilih sebagai pemain utama film, akhirnya ibu yang asalnya tidak menyetujui keinginan Selly itu, akhirnya ibu memberikan izin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Esok harinya, Selly mendatangi PH di mana Selly akan menadatangani kontrak bermain film. Di dalam hatinya itu, Selly merasa bangga dan bahagia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;♣♣♣&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu tahun sudah, Selly menjalani kehidupannya sebagai artis pendatang baru yang terbilang sukses, film perdananya yang berjudul ”Cinta = Sahabat” laris di pasaran dan Selly menjadi idola. Karier Selly semakin melesat, Selly tidak hanya bermain film saja, tetapi Selly juga mulai merambah ke dunia tarik suara, sinetron dan presenter.. Namun di balik semua kesuksesannya itu, Selly berubah menjadi seorang yang sombong, termasuk pada teman-temannya dan juga Selly telah melupakan janjinya untuk membahagiakan keluarganya. Selly malah bersikap cuek kepada ibu dan Sella. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada saat Selly sedang berada di klub malam dengan temen-teman seprofesinya, Selly merasa bahwa dirinyalah yang paling cantik di tempat itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Namun di sisi lain, ternyata ada seorang artis yang bernama Kirana yang iri karena melihat kesuksesan Selly. Pada malam itu, suasana di klub malam sangat ramai. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan Selly sedang terbuai dengan gemerlap dunia malam, karena Selly sedang asik bersama teman-temannya, tanpa disadari, Kirana memasukan narkoba kedalam tas Selly. Saat suasana klub itu sedang ramai, tiba-tiba datang sejumlah polisi yang merazia tempat tersebut, dan Selly pun kena imbasnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Polisi tersebut menemukan Narkoba di dalam tas Selly dan Selly akhirnya di tangkap oleh polisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat berada di kantor polisi, Selly membela dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;” Pak, barang itu bukan milik saya. &lt;/span&gt;Saya berani sumpah,” ucap Selly.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Lalu kenapa barang ini bisa ada di dalam tas anda,” ucap pak polisi itu dengan tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Saya tidak tau pak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;” Sudah, sudah.. Selama belum ada bukti yang akurat, anda saya tahan di sini.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mendengar berita tersebut, Selly pasrah dan akhirnya dia ditahan di penjara. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ibu dan Sella mengetahui Selly di tangkap polisi karena polisi tersebut mengabari mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berita tentang dimasukannya Selly kepenjara menjadi berita yang ramai dibicarakan masyarakat dan masyarakat menjadi tidak suka kepada Selly.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;♣♣♣&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dua hari kemudian, Selly akhirnya terbebas dari penjara dan pelaku sebenarnya sudah tertangkap, Selly tidak mempercayai bahwa pelakunya adalah Kirana, dan Kirana akhirnya dimasukan kedalam penjara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah kejadia itu, nama Selly menjadi baik kembali di mata para penggemarnya. Dan semenjak kejadian itu, Selly meminta maaf kepada Ibu, Sella dan juga teman-temannya atas sikap dia yang sombong dan cuek kepada mereka. Dan Selly berjanji akan menjadi seorang artis yang baik, selalu berhati-hati dalam bertindak dan akan menjadi panutan agar dapat membanggakan keluarga dan para teman-temannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;" lang="FI"&gt;THE AND&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-4920209481540895494?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/4920209481540895494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=4920209481540895494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/4920209481540895494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/4920209481540895494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/02/normal-0-false-false-false.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-2419251982354519604</id><published>2009-01-31T19:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T20:13:22.542-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUd9XAxN9I/AAAAAAAAACM/q6x-huywvqc/s1600-h/scan0005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUd9XAxN9I/AAAAAAAAACM/q6x-huywvqc/s320/scan0005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297673476657723346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resensi buku non Fiks&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Mengupas Kekuatan MEDIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Judul Buku    : Yang Tersembunyi Di Balik Media&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis           : Graeme Burton&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penerbit        :  Jalasutra&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tebak Buku  : 282 Halaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media memang merupakan hal yang tidak bisa lepas dari khalayak. Semua jenis media baik itu televisi, radio atau surat kabar memiliki kekuatan tersendiri sehingga khalayak tetap menggunakan media-media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kategori komunikasi yang berjudul ' Yang Tersembunyi Di Balik Media" adalah buku hasil dari penulis Graeme Burton. Graeme Burton adalah seorang Lektor senior komunikasi di Filton Technical College, Bristol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini merupakan buku yang sanagt bermanfaat sekali. Di dalam buku ini diulas tentang media. Graeme Burton sangat lengkap sekali menyajikan pemahaman mengenai media. Di dalam buku ini dijelaskan bagaimana awalnya sebuah media berdiri, sebuah media bisa terwujud karena dari seseorang yang memiliki modal yang sangat besar dan juga mampu untuk mengelola perusahaan media tersebut. Di buku ini dijelaskan pula bagia-bagian/orang-orang yang berperan dalam perusahaan media, sehingga struktur organisasi media terwujud dengan baik dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graeme Burton juga menjelaskan secara rinci mengenai komponen-komponen yang ada dalam sebuah perusahaan media dan juga diberikan beberapa contoh mengenai anggaran biaya di beberapa perusahaan media yang sudah terkemuka. Dalam dunia media, audiens adlah hal yang penting untuk mengukur sukses atau tidaknya suatu media. Di dalam bab 8 di buku ini, dijelaskan tentang audiens, dari mulai definisinya sampai dengan sikap-sikap audiens.dan juga dalam bab 9 di buku ini dijelaskan tentang efek-efek yang ditimbulkan dari media, dimana efek merupakan hal yang sangat penting dari sebuah media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, buku ini sanagt baik untuk dibaca, trelebih bagi mahasiswa jurusan komunikasi dan juga bagi para dosen. Namun, tidak ada salahnya juga jika orang-orang yang tidak terlibat dalam bidang komunikasi, ikut juga membaca buku ini, karena di dalam buku ini terdapat banyak manfaat yang bisa dipelajari. Buku ini juga sangat cocok bagi orang-orang yang berniat untuk mendirikan sebuah perusahaan media. Buku ini bisa dijadikan panduan bagi orang-orang yang bercita-cita mendirikan media, karena dalam buku ini dijelaskan semuanya mengenai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bagasa yang disajikan dari buku ini cukup mudah dipahami, tetapi ada sedikit kata-kata asing yang disispikan dalam tulisan di buku ini. Namun, secara keseluruhan saya cukup senang membaca buk ini karena dapat menambah wawasan dan juga isi bacaan seolah-olah ditulis seperti sebuah cerita, sehingga yang membaca buku ini tidak merasa bosan. Cakupan mengenai media yang dituliskan di buku ini  adalah cakupan media internasional, seperti contonya Perusahaan film Peramount, Warner, Columbia, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sedgi penampilan cover, dalam buku ini, ilustrasi cover buku ini  juga cukup amenarik dan dengan menampilkan gambar-gambar yang berhubungan dengan media, membuat pembaca yakin akan kualitas isi buku ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Widia Ratna J&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Broadcast&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;02C070804&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-2419251982354519604?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/2419251982354519604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=2419251982354519604' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2419251982354519604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2419251982354519604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/01/resensi-buku-non-fiks-i-mengupas.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUd9XAxN9I/AAAAAAAAACM/q6x-huywvqc/s72-c/scan0005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-352078951056471973</id><published>2009-01-31T18:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T20:14:15.954-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUY4EThlII/AAAAAAAAACE/pXyFL5HsK8g/s1600-h/116-06-7174.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 128px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUY4EThlII/AAAAAAAAACE/pXyFL5HsK8g/s320/116-06-7174.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297667888178631810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Resensi buku fiksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dilema Usia Dewasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Judul buku             : Hot Chocolate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penulis                    : Kinyosan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penerbit                 : Cinta&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tebal Buku            : 264 Halaman&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel yang berkategori metro chick ini merupakan novel yang sangat menarik sekali. Sebelum saya membahas tentang isi novel ini, saya akan menglas sedikit tentang biografi penulis. Novel berjudul " Hot Chocolate " ini merupakan hasil karya penulis Kinyosan. Kinyosan adalah nama pena dari penulis ini. Nama sebenarnya adalah Ari Wulandari. Kinyosan lahir di kota Tulungagung pada tanggal 11 januari 1987 dan dia adalah alumni dari universitasa Gadjah Mada jurusan sastra Indonesia, dan sekarang beliau bekerja sebagai script editor di Multivision Plus Jakarta. Kinyosan memiliki segudang prestasi dalam bisang menulis. Cerpen-cerpennya pernah dimuat di beberapa majalah remaja lalu dia juga pernah meraih juara II lomba Nasional Gemara Baca Tulis Tingkat Perguruan Tinggi yang diselnggarakan oleh Klub Perpustakaan Indonesia Pusat tahun 1999. Prestasi Kinyosan tidak berhenti sampai di situ saja, dia juga telah menulis beberapa novel dan salah satunya adalah novel " Hot Chocolate,' selain itu juga Kinyosan menerjemahkan beberapa buku seperti Oliver Twist karya Charles Dickens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai novel ' Hot Chocolate," novel ini mengisahkan tentang kehidupan perempuan bernama Berlian. Berlian yang berasal dari Surabaya, terpaksa menjadi perempuan metropolitan (Jakarta) karena profesinya sebagai script editor di PH Intan Perdana. Kehidupan menjadi wanita yang umurnya hampir tiga puluh tahun, membuat Berrlian mendapatkan berbagai macam tantangan, dari mulai pekerjaan hingga jodoh. Dalam kehidpan Belian, hadir Bondan dan Bimo yang menjadi teman kerjanya. Dimata Berlian, Bondan adlalah sosok yang sempurna, begitu juag dengan Bimo, dimata Berlian, Bimo adalah sosok laki-laki idaman. Dan Bimo menyukai Berlian, namun Berlian tidak merasa yakn dengan Bimo. Kemudian masalahpun terjadi ketika Bondan menghilang dari kehidupan Berlian, saat Bondan menghilang, semua menjadi kacau, semua pekerjaan Bondan beralih ke tangan Berlian sehingga Berlian merasa dirinya tidak bisa menghadapi ini semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlian merasa dilema dengan kehidupanya, terutama dalam msalah cintanya. Umurnya yang hampir tiga puluh, menuntut dirinya untuk segera menikah, namun Berlian belum saja mendapatkan jodoh yang sesuai. Hati berlian bingung, Berlian memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Bimo, namun Berlian bingng dengan perasaam dirinya kepada Bondan. Berlan merasa bahwa dirinya menyukai Bondan, tetapi Bondan telah memilih Belinda (Model kontroversia) untuk menjadi kekasihnya, dan mereka akan segera menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Bondan kembali dari sifat menghilangnya itu, Bondan ternyata akan melangsungkan pernikahannya dengan Belinda dan kabar itu membuat Berlian sedih dan tidak bisa menerima kenyataan, terlebih lagi, Bondan tidak mengundang Berlian untuk datang ke pernikahannya itu. Namun, kekacauan terjadi saat orangtua Bondan memaksa Berlian untuk menghadiri pernikahan Bondan. Saat Berlian berada di pernikahan tersebut, Bondan melihat Berlian dan Bondan mengajak pergi Berlian dan akhirnya acara pernikahan Bondan dengan Belinda menjadi gagal dan akibatnya, Belinda menyalahkan Berlian. Belinda mengaggap Berlian itu sudah merebut Bondan dari dirinya. Padahal semua itu tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masalah it berakhir dan mreka damai, Berlian mendapatkan proyek dari Mr Jamal (Produser Intan Perdana) untuk bekerjasama dengan Belinda dalam pembuatan film "Supermodel" dan Belinda menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Fil " Supermodel" sukses, namun kisah cinta Berlian dan Bimo tidak suskses karena Bimo teralah berpaling, Bimo memilih Belinda untuk menjadi kekasihnya dan sebulan lagi mereka akan menikah. Hati Berlian kembali merasa sakit, Berlian merasa bahwa tidak ada orang yang menyayanginya. Namun disisi lain, ternyata selama ini Bondan menyukai Berlian dan itu sebabnya pernikahan Bondan dengan Belinda gagal. Saat Bondan mengungkapkan perasaannya pada Berlian, Berlian merasa tidak yakin dan Berlian tidak mau terluka lagi dengan cinta. Berlian kemudian memutuskan untuk pulang ke Surabaya, hal itu dilakukan agar dia bisa melupakan semua masalahnya. Namun, awalnya Bondan tidak setuju Berlian pergi, tetapi pada akhirnya Bondan mengizinkan Berlian pergi. Sebelum kepergian Berrlan ke Surabaya, Bondan sudah memberikan serangkaian janji pada Berlian dan janji itu membuat hati berlian senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutut saya, novel ini sangat seru dan layak untuk dibaca. Inti dari novel ini adalah menceritakan kehidupan wanita dewasa yang mengalami dilema dalam percintaanya. Dalam novel ini tidak diceritakan apakah Berlian dan Bondan menjalin hubungan yang lebih atau tidak, sehingga membuat pembaca menjadi penasaran. Pesan yang dapat diambil dari novel ini adalah perjuangan dan cinta. Kinyosan memberikan pesan moral bahwa dalam kehidupan itu harus selalu ada perjuangan. Saya juga mengomentari mengapa judul novel ini adalah " Hot Chocolate," pendapat saya adalah mungkin karena tokoh Berlian sangat menggemari minuman Hot Chocolate yang dianggapnya dapat menenangkan pikiran dan menghilangkan sterss. Gaya bahasa dari penulisan novel ini juga sangat mudah dipahammi karena bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari dan meskipun segmentasi novel ini adalah segmentasi untuk dewasa, tetapi tidak ada salahnya jika remaja juga membacanya. Dari segi penampilan cover, cover novel ini juga sangat menarik. Dengan menampilkan ilustrasi seorang wanita yang sedang memegang secangkir hot chocolate, itu menegaskan bahwa wanita tersebt adalah Berlian dan disebelah sososk Berlian, diberikan juga ilustrasi seorang pria yang sedang memegang handphone dan dalam anggapan saya, sosok pria tersebut adalah Bondan, karena dalam novel ini, Bondan diceritakan sebagai penggemar gadget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                         &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Widia Ratna J&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;                                                                            &lt;br /&gt;Broadcast&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;02C070804&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-352078951056471973?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/352078951056471973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=352078951056471973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/352078951056471973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/352078951056471973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2009/01/resensi-buku-fiksi-dilema-usia-dewasa.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SYUY4EThlII/AAAAAAAAACE/pXyFL5HsK8g/s72-c/116-06-7174.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-7259855346826752672</id><published>2008-12-16T18:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:49:56.479-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SUhovY_IiGI/AAAAAAAAAB0/NOr8OiqOiVM/s1600-h/gitar_resimleri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SUhovY_IiGI/AAAAAAAAAB0/NOr8OiqOiVM/s320/gitar_resimleri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280585726462298210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;nge Band Yukkk.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Musik, musik, musik...mungkin itu yang selalu ada di pikiran saya... dengan adanya musik, bisa membuat kita tidak bosan. Berawal dari kegemaran saya dengerin musik, maka saya punya kemampuan untuk main musik terutama gitar (ya meskipun ga jago-jago bgd).. Saya juga gak tau itu bakat nurun dari siapa, padahal kedua orangtua saya tidak bisa memainkan alat musik. Hanya saja dulu, papa waktu masih mudanya adalah seorang Dj(Disk Jockey), dan dulu juga saya bercita-cita untuk jadi DJ,namun cita-cita saya itu tidak direstui karena takut saya terjerumus ke dunia malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saya lebih suka main gitar, gitar menurut saya adalah sahabat,dia selalu menemani malam minggu yang terkadang sepi, bahkan bersama gitar itulah, saya selalu mengiringi kakak saya yang sedang berduaan dengan pacarnya... Yah... itulah musik, saya suka akan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu tahun belakangan ini, saya sempat meiliki sebuah band dan di band tersebut hanya saya satu-satunya cewek, namun sayang, sekarang, band saya yang itu sudah vakum karena masing-masing personilnya sibuk sendiri. Sekarang ini, saya mempunyai mimpi untuk memiliki sebuah band yang unik tapi menariK. Saya sekarang sedang gencar-gencarnya untuk mencari personil... Sekalian mw promosi neh.. Buat siapa aja yang mau gabung bikin band, bisa banget.. hubungi aja saya dengan memberikan komentar pada blog ini... Di tunggu ya....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-7259855346826752672?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/7259855346826752672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=7259855346826752672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/7259855346826752672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/7259855346826752672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/12/nge-band-yukkk.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SUhovY_IiGI/AAAAAAAAAB0/NOr8OiqOiVM/s72-c/gitar_resimleri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-3144247596988689376</id><published>2008-12-12T18:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:11:30.449-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="color: rgb(102, 51, 255); font-weight: bold; font-family: arial; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;TV VS RADIO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika membicarakan soal media elektronik, mungkin tidak akan ada habisnya. Media elektronik yang saat ini sedang berkembang adalah Televisi dan Radio. Tv dan Radio merupakan bentuk media massa yang universal, semua orang bisa menggunakan TV dan Radio. Di dalam TV dan Radio memiliki kelebihan dan kekurangan yang lumayan berbeda, Jika TV itu lebih bersifat audio visual sedangkan radio bersifat audio saja. Namun meskipun radio hanya bersifat audio saja, tetapi radio tidak akan pernah terkalahkan dengan TV. Hal ini terjadi karena sifat radio siaran itu lebih akrab dengan pendengarnya, sedangkan TV tidak.&lt;br /&gt;Menurut pandangan saya, saya lebih menyukai mendengarkan radio dibanding menonton TV. Namun terkadang saya juga suka menonton TV, tetapi saya hanya menonton acara-acara TV tertentu saja, karena menurut saya acara TV sekarang ini, terutama sinetron tidak mendidik dan bahkan membuat penonton terpengaruh melakukan kejahatan. Maka saya lebih menyukai mendengarkan radio. Saya yakin, sebagian besar remaja lebih menyukai mendengarkan radio karena sifat radio itu yang menghibur, memberikan pendidikan dan informasi, dan juga sifat radio itu akrab dengan pendengarnya, sehingga pendengar tidak merasa bosan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-3144247596988689376?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/3144247596988689376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=3144247596988689376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3144247596988689376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3144247596988689376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/12/tv-vs-radio-jika-membicarakan-soal.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-373389683369589603</id><published>2008-12-12T18:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-16T18:13:14.993-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(153, 51, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Perkembangan Teknologi Yang Canggih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Seiring dengan kemajuan zaman dan tuntutan kebutuhan, maka teknologi pada saat ini berkembang sangat pesat terutama dalam bidang telekomunikasi. Pada zaman sekarang ini, siapa sih orang yang tidak mengenal apa itu handphone??, saya yakin pasti semua orang tahu apa itu handphone dan pasti bagi orang-orang yang memiliki uang yang cukup, pasti mereka memiliki handphone. Dan mungkin handphone yang mereka miliki tidak hanya satu. Aplagi sekarang ini sedang menjamurnya handphone yang berjenis CDMA. Dengan munculnya handphone CDMA ini, maka masyarakat yang sebelumnya memiliki handphone GSM sekarang ini memiliki dua handphone, yaitu GSM dan CDMA. Selain intu juga mungkin memiliki handphone yang banyak itu mempunyai nilai gengsi tersendiri.&lt;br /&gt;Semakin canggihnya teknologi, maka akan terlihat semakin modern dan gaya. Itulah yang terjadi saat ini. Banyak sekali handphone yang berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang sangat canggih, mulai dari fasilitas kamera yang memiliki kemampuan menagkap gambar yang biasa saja, hingga fasilitas kamera yang memiliki resolusi tinggi, selain itu juga hendphone memiliki fasilitas 3G, MP3/MP4, radio, video player, browsing internet, dll. Dengan beraneka ragam jenis handphone yang memiliki fsailitas yangn canggih maka orang-orang saling bersaing untuk memiliki handphone yang paling sempurna.&lt;br /&gt;Handphone pada saat ini tidak hanya dimiliki oleh kalangan orangtua dan eksekutif saja, tetapi handphone juga dapat dimiliki oleh berbagai kalangan baik tua maupun muda. Dan juga yang saya lihat sekarang ini, masyarakat menggunakan waktunya untuk handphone, entah itu untuk telephone, sms, atau browsing internet. Saya bahkan sering melihat pemandangan orang-orang yang menggunakan handphone, di dalam angkutan kota, terminal, mall, tempat pendidikan, dan bahkan di psar sekalipun saya selalu melihat orang yang sedang menggunakan handphone.&lt;br /&gt;Dengan berkembangnya teknologi terutama teknologi dalam bidang telekomunikasi, maka manusia memiliki kepuasan teresendiri dan manusia juga tidak bisa lepas dari komunikasi, sehingga alat komunikasi seperti handphone sangat diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-373389683369589603?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/373389683369589603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=373389683369589603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/373389683369589603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/373389683369589603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/12/perkembangan-teknologi-yang-canggih.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-9040573056055903165</id><published>2008-12-09T22:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T23:54:57.740-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/ST90ogM0qrI/AAAAAAAAABs/wBzMjafT0t0/s1600-h/gazele9ip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/ST90ogM0qrI/AAAAAAAAABs/wBzMjafT0t0/s320/gazele9ip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278065527488817842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEPEDA TUA DIGEMARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Judul Buku : Pit Onthel (Pameran Sepeda Lama. 21-28 Maret 2006)&lt;br /&gt;Penyusun : Hermanu&lt;br /&gt;Penerbit : Bentara Budaya Yogyakarta&lt;br /&gt;Tebal Buku : 182 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku yang berjudul Pit Omthel ini merupakan buku yang menyajikan sejarah, pengetahuan dan juga cerita yang memiliki unsur pembelajaran. Di dalam buku ini dijelaskan bagaimana sejarah tentang adanya sepeda, yang pada zaman dahulu, kata sepeda itu berasal dari bahasa Belanda " Fiets."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Pit Onthel ini merupakan judul pameran sepeda onthel yang diselenggarakan di Yogyakarta. Pit Onthel itu artinya sepeda kayuh. Sang penyusun ini, menjadikan judul pamerab tersebut menjadi sebuah judul buku. Di dalam bukuini, dijelaskan secara detail tentang sepada dan jenis-jenisnya. Ternyata, jenis-jenis sepeda onthel sangat beragam dan meskipun pada saat sekarang, sepeda onthel menjadi sepeda tua, tetapi sepeda onthel banyak sekali penggemarnya. Selain menjelaskan tentang sepeda, di buku Pit Onthel ini juga diselipkan sebuah cerita yang berhubungan dengan sepeda onthel dan tentunya cerita yang terdapat di buku ini, bukan sekedar sebuah cerita biasa saja, tetapi cerita ini dapat membangun semangat, moral dan pendidikan. Sehingga pembaca dapat memperoleh banyak pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, secara keseluruhan, buku Pit Onthel ini sangat menarik sekali. Di dalam buku inin juga ditampilkan foto-foto sepeda onthel yang sangat membuat saya tertarik. Selain menampilkan foto-foto sepeda onthel, di dalam buku ini juga menampilkan iklna-iklna sepeda yang beredar pada zaman dahulu. Selain itu juga terdapat gambar-gambar acessories sepeda onthel, sehingga itu dapat menambah pengetahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi penyajian cover, buku ini terkesan seperti buku "jadul"(jaman dulu). Tetapi meskipun seperti itu, cover buku ini menarik karena cover buku ini menampilkan ilustrasi seorang bapak tua yang sedang menuntun sepeda onthelnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-9040573056055903165?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/9040573056055903165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=9040573056055903165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/9040573056055903165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/9040573056055903165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/12/sepeda-tua-digemari-judul-buku-pit.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/ST90ogM0qrI/AAAAAAAAABs/wBzMjafT0t0/s72-c/gazele9ip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-3202091553410754158</id><published>2008-11-25T03:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T04:02:44.404-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSvpPLS8szI/AAAAAAAAABc/PdwCLphzCw4/s1600-h/FDHK3640big.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 166px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSvpPLS8szI/AAAAAAAAABc/PdwCLphzCw4/s320/FDHK3640big.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272564235706872626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Resensi Novel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);font-size:180%;" &gt;Kisah Persahabatan Tiga Remaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Judul Buku :My Friends My Dreams&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Penulis : Ken Terate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Penerbit : PT Gramedia P&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tebal Buku : 239 halaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Novel My Friends My Dreams menceritakan tentang persahabatan tiga orang remaja yang tinggal di Yogyakarta. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda dan mereka juga berasal dari daerah yang berbeda. Tiga reaja yang diceritakan dalam novel ini adalah Marcella, Joy dan Wenning. Marcella adalah gadis cantik dan populer yang berasal dari Jakarta. Marcella terpaksa pindah karena oranguanya lebih memilih untuk tinggal di Yogyakarta. Marcella berasal dari keluarga yang berada dan ayah ibunya bekerja sebagai arsitek. Joy, Joy adalah gadis yang berasal dari Bandung. Joy merupakan cewek yang tomboy, cuek dan berantakan. Latar belakang keluarga Joy yaitu ayah dan ibu Joy tidak harmonis, sehingga Joy memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta agar menenangkan pikirannya. Sementara itu, Wening adalah gadis desa yang berasal dari daerah Gunung Kidul. Wening adalah gadis yang polos, kuper, culun dan penyakitan. Ketiga remaja itu akhirnya berteman karena secara tidak sengaja pada saat hari petama masa orientasi siswa, mereka sama-sama mendapatkan hukuman dari kakak kelas mereka. Persahabatan mereka penuh dengan kegembiraan, pengorbanan dan juga tingkah yang lucu dari para pelaku cerita tersebut. Selama bersahabat, mereka memiliki impian yang berbeda-beda dan mereka saling mebantu untuk mewujudkan impiannya itu. Persahabatan mereka adakalanya baik-baik saja dan juga ada kalanya dipenuhi dengan berbagai konflik. Ken Terate, sang penulis menurut saya sangat menegtahui kota yang dijadikan sebagai latar novel tersebut. Hal ini ditunjukan dengan adanya deskripsi tentang kota Yogyakarta. Selain itu, Novel ini juga sangat layak dibaca oleh para remaja agar mereka mengerti arti dari sebuah persahabatan.  Dari segi penampilan cover, cover novel ini menurut saya sangat menarik. Dengan menampilkan tiga gambar gadis-gadis remaja, yang terdiri dari Marcella, Joy dan Wening. Bahasa yang diberikan oleh penulis juga adalah bahasa yang mudah dimengerti, dan juga di dalam cerita novel ini, sang penulis menyelipkan adaegan-adegan yang luchu sehingga pembaca tidak merasa bosan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Widia Ratna J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;02C070804&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Broadcast&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-3202091553410754158?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/3202091553410754158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=3202091553410754158' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3202091553410754158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/3202091553410754158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/11/resensi-novel-kisah-persahabatan-tiga.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSvpPLS8szI/AAAAAAAAABc/PdwCLphzCw4/s72-c/FDHK3640big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-5605003887707148694</id><published>2008-11-21T04:04:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T18:27:49.590-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSaq_TXFjbI/AAAAAAAAABQ/KE5-WZA0vc0/s1600-h/200px-Tentang_Dia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSaq_TXFjbI/AAAAAAAAABQ/KE5-WZA0vc0/s320/200px-Tentang_Dia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271088418389331378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:180%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 51); font-weight: bold;"&gt;Sebuah Harapan dan Tentang Kehilangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Judul Buku : Tentang Dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Penulis : Moammar Emka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Penerbit : Gagas Media&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Tebal Buku : 129 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Tentang Dia awalnya merupakan sebuah film yang di angkat dari cerpen karya musisi tekenal Melly Goeslaw, kemudian setelah film Tentang Dia beredar, Moammar Emka menjadikan film ini sebagai sebuah novel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Novel Tentang Dia verkisah tentang kehidupan wanita yang bernama Gadis. Gadis menjadi seorang yang pemurung semenjak dia dihianati oleh kekasihnya sendiri. Kekasih yang selam ini Gadis cintai ternyata menjalin hubungan dengan sahabat Gadis. Gadis adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Karena sikap Gadis yang selalu menyendiri, Gadis dianggap orang yang aneh dan kuper di mata teman-temannya, terlebih di mata cewek yang bernama Wirda. Wirda sangat tidak menyukai Gadis karena Cowok yang Wirda sukai ternyata malah menyukai Gadis. Cowok yang jatuh cinta kepada Gadis adalah Randu. Randu sangat menyukai Gadis, dia selalu menghibur Gadis di saat Gadis sedih, namun upaya Randu itu tidak membuahkan hasil. Gadis tetap tidak menyukai Randu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Hingga beberapa saat muncullah sosok Rudi, seorang wanita yang tidak sengaja tertabrak oleh Gadis. Tetapi dengan munculnya sosok Rudi, Gadis berubah menjadi seorang yang periang. Rudi adalah orang yang dapat membuat hati Gadis senang. Namun, karena sikap Rudi yang sangat perhatian dan selalu ingin melindungi Gadis menyebabkan terjadi kesalahpahaman di antara Gadis dan Rudi.  Ternyata Gadis telah menyalaharikan kebaikan Rudi terhadap dirinya itu. Gadis menyangka bahwa Rudi telah menyukai dirinya, sehingga terjadi pertengkaran hebat diantara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Namun setelah menyadari kesalahannya, Gadis berniat ingin meminta maaf kepada Rudi karena Gadis telah berprasangka buruk kepada Rudi. Namun, Gadis terlambat, Rudi diberitakan telah meninggal dunia karena tertabrak mobil. Mendengar kabar itu, Gadis merasa sangat bersalah dan dia merasa sangat kehilangan sosok Rudi, orang yang telah membuat dirinya bisa memaknai arti hidup dan orang yang telah bisa membuat Gadis tertawa kembali setelah hatinya lama menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Menurut saya, kisah di dalam novel ini sangat menyentuh hati. Dalam novel ini diceritakan bagaimana pengorbanan seorang Randu dan juga Rudy untuk dapat membuat hati Gadis bahagia. Pelajaran yang dapat diperoleh dari cerita ini adalah kita jangan berpikiran buruk jika ada seseorang yang selalu ingin berbuat baik kepada kita. Seharusnya kita merasa senang jika ada orang yang berbuat baik. Selain itu juga, dalam novel ini diceritakan bahwa menyesal selalu datang terakhir. Seperti kisah Gadis yang menyesal karena telah berprasangka buruk kepada Rudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Novel Tentang Dia ini pantas untuk di baca. Gaya penulisan di novel ini sangat ringan dan mudah dimengerti. Moammar Emka menulis novel ini seolah-olah seperti menuliskan buku diary. Novel Tentang Dia ini dapat menguras air mata kita, terlebih jika kita menonton filmnya juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-5605003887707148694?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/5605003887707148694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=5605003887707148694' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/5605003887707148694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/5605003887707148694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/11/sebuah-harapan-dan-tentang-kehilangan.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSaq_TXFjbI/AAAAAAAAABQ/KE5-WZA0vc0/s72-c/200px-Tentang_Dia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-6525686605332163389</id><published>2008-11-21T03:32:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T03:53:44.720-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSag-z9V4RI/AAAAAAAAABA/J-tKtxN-MhM/s1600-h/mengikat_makna_small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSag-z9V4RI/AAAAAAAAABA/J-tKtxN-MhM/s320/mengikat_makna_small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271077414843572498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Pentingnya Sebuah Buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Judul Buku : Mengikat Makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Penulis : Hernowo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Penerbit : Mizan Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tebal Buku : 241 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis oleh Hernowo merupakan buku yang sangat bermanfaat untuk di baca oleh siapapun terutama oleh kalangan pelajar agar mereka terbiasa membaca dan dapat memahami arti dari sebuah buku. Di dalam buku mengikat makna ini, Hernowo menjelaskan tentang buku yang bergizi dan buku yang tidak bergizi. Menurut Hernowo, gizi buku terletak pada keberhasilan sebuah gagasan yang dikandung oleh buku dalam menggerakan pikiran orang yang membacanya. Dalam buku ini sang pembaca diberikan contoh-contoh tentang penerapan membaca buku yang baik dan juga memahami makna dari sebuah buku. Dalam buku Mengikat Makna ini di jelaskan bahwa pengertian makna adalah pengenalan tempat-tempat segala sesuatu di dalam sistem. Pengenalan seperti itu terjadi jika relasi sesuatu dengan yang lain dalam sistem tersebut menjadi terjelaskan dan terpahamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku ini juga, Hernowo memberikan kiat-kiat yang sangat penting mengenai memakanai buku. Kiat-kiat tersebut yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengenali buku lewat kekukuhan konstruksi gagasan dan kehebatan visi pengarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengenali sisi memikat sebuah buku lewat bentuk dan tampilan&lt;br /&gt;    Sososk buku yang baik itu adalah jadi paduan antara desain sampul, judul, pilhan tipografi dan yang berkaitan dengan unsur pembangunan tampilan fisikal itu benar-benar mencerminkan kekompakan, kesolidan dan keutuhan buku. Selain itu juga, sosok buku yang bermutu itu harus memiliki kekayaan kosakata, "komposisi" diksi, kaidah penalaran dan keprigelan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengenali sisi memikat buku lewat unsur visual yang menyentuh dan mengutuh&lt;br /&gt;   Lima daya pikat buku yaitu konstruksi gagasan pengarang, kehebatan visi pengarang, sosok buku menyejarah, bentuk buku yang melangit, gambar yang menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tanggapan saya, setelah saya membaca buku ini, saya jadi mengetahui tentang apa itu buku dan juga bagaimana memaknai buku itu agar kita tidak hanya sekedar mebaca lalu setelah itu melupakan isi dari buku yang telah kita baca. Menurut saya buku ini sangat bagus untuk dibaca. Selain itu juga, saya terkejut karena ternyata sang penulis buku (Hernowo) pada tahun 1998 pernah mengajar mata kuliah digesting di kampus saya STIKOM Bandung. Saya merasa bangga karena, di kampus saya pernah memiliki dosen yang sekaligus sebagai penulis yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-6525686605332163389?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/6525686605332163389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=6525686605332163389' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/6525686605332163389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/6525686605332163389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/11/pentingnya-sebuah-buku-judul-buku.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSag-z9V4RI/AAAAAAAAABA/J-tKtxN-MhM/s72-c/mengikat_makna_small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-1178034902023774561</id><published>2008-11-21T02:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T18:26:21.172-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a style="color: rgb(51, 0, 51);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSabA4C-89I/AAAAAAAAAA4/HxCSgV28r5U/s1600-h/FCWK4234.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 75px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSabA4C-89I/AAAAAAAAAA4/HxCSgV28r5U/s320/FCWK4234.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271070853230949330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tentang Makna Hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Judul Buku : Kana di Negeri Kiwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Penulis : Rosemary Kesauly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Tebal Buku : 206 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Novel teenlit Kana di Negeri Kiwi ini menceritakan tentang kehidupan gadis remaja yang bernama Kana. Kana adalah gadis blesteran Yogya-Selandia Baru. Akibat orangtuanya bercerai, Kana yang awalnya tinggal di Yogya bersama ibunya, akhirnya dipindahkan untuk tinggal di Auckland bersama ayah kandungnya. Sementara itu, di Yogya ibunya menikah lagi dengan orang lain. Keputusan untuk tinggal bersama ayah kandungnya merupakan hal yang sangat berat,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;karena selama lima belas tahn ini, Kana belum pernah sekalipun bertemu dengan ayah kandungnya itu. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa yang lebih dewasa. Di balik semua keceriaan Kana, ternyata kana merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling terbuang. Kana merasa terbuang dari ibu kandungnya, dan juga Kana merasa terbuang oleh Rudy (mantan pacar Kana selama di Indonesia). Kana berusaha mengobati luka hatinya karena Rudy memutuskan dirinya. Selama di Auckland, Kana memliliki seorang sahabat. Jyotika, gadis manis keturunan India ini telah menjadi sahabat yang baik,tetapi pada akhir-akhir ini, Joy malah bersikap aneh dan tiba-tiba memusuhi Kana. Kana selalu beranggapan bahwa hidup Joy telah sempurna karena memiliki keluarga yang lengkap. Selain itu, Kana juga merasa bahwa dirinya itu gemuk sehingga Rudy memutuskan Kana. Kana selalu menyalahkan dirinya. Ketika Kana mengetahui kehidupan dan masalah-masalah yang dialami &lt;/span&gt;J&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;oy, maka Kana sadar bahwa betapa sangat beruntugnya Kana karena tinggal dengan seorang ayah yang benar-benar baik. Jyotika, sahabat Kana yang cantk, pintar, dll ternyata memiliki kisah hidup yang tragis. Joy mendapatkan kekerasandan pelecehan seksual dariayah tirinya. Karena Kana merasa iba dengan kehidupan Joy, Kana lalu bangkit dan membantu Joy agar bisa tegar menghadapi masalahnya. Lalu Kana juga berniat untuk mendirikan R.A.S.A (Riverdale Against Sexsual Abuse), yaitu sebuah lembaga yang memberikan dukungan kepada para remaja yang mengalami pelecehan seksual agar bisa bangkit. Dan ternyata usaha Kana untuk mendirikan R.A.S.A berhasil. Setelah mendapatkan benyak cerita dari para korban pelecehan seksual, Kana lalu berniat untuk meulai hidupnya yang baru dan mengubah total pikirannya yang menyedihkan. Dan hingga akhirnya Kana menjadi orang yang selalu percaya diri dan berpikran positif. Menurut saya, novel Kana di Negeri Kiwi ini sangat menarik untuk dibaca. Novel ini dapat menjadikan pemabaca menjadi semangat dan selalu tegar dalam menghadapi segala masalah. Novel ini juga perlu diacungi jempol karena memiliki prestasi yaitu juara pertama lomba menulis teenlit pada tahun 2005 yang diadakan oleh penerbit Gramedia. Gaya penulisan novel ini menurut saya sangat unik, novel ini seolah-olah ditulis seperti novel terjemahan. Tetapi, meskipun gaya penulisannya seperti itu, novel ini mudah dipahami. Dari segi penyajian cver, cover di novel ini sangat cocok dengan cerita yang ada. Dengan berwarnakan biru muda dan latar pantai yang indah dan juga dengan adanya seorang gadis yang sedang berdiri di depan pantai, membuat pembaca menjadi penasran dengan isi cerita novel ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;                                                                                       &lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Widia Ratna J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 51, 204); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-1178034902023774561?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/1178034902023774561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=1178034902023774561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/1178034902023774561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/1178034902023774561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/11/tentang-makna-hidup-judul-buku-kana-di.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSabA4C-89I/AAAAAAAAAA4/HxCSgV28r5U/s72-c/FCWK4234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3093249903410903909.post-2400184579822463969</id><published>2008-11-20T20:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T18:28:51.703-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Tempat Hunting Buku yang Paling OK....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Hi....buat yang ngaku suka dan hobby baca buku, kalian haruz tau neh tempat-tempat yang ok buat hunting buku, khusus nya  di kota Bandung tercinta.. Tempat-tempat tersebut yaitu :          &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;   1.   Toko Gramedia dan Gunung Agung merupakan toko buku yang sudah berdiri sejak lama dan memiliki beberapa    cabang di Indonesia. Klu di Bandung, toko buku Gramedia bisa di temui di BIP, Istana Plasa, dan mall-mall di bandung yang lainnya.&lt;br /&gt; 2.  Toko buku Toga Mas&lt;br /&gt;       Toko buku Toga Mas terletak di daerah jl Supratman&lt;br /&gt; 3.   Pasar Buku Palasari&lt;br /&gt;       Pasar buku Palasari terletak di sepanjang jl Palasari. Di jl Palasari ini terdapat beberapa kios buku yang menjual buku-buku yang beragam, dari mulai buku yang second hingga buku yang masih baru, semuanya ada di sini. Jika akan berbelanja buku di tempat ini anda harus bisa menawar harga buku nya, karena di pasar buku Palasari ini, buku-buku nya bisa di tawar dengan harga yang lumayan terjangkau.&lt;br /&gt;  4.  Toko buku BBC&lt;br /&gt;       Toko buku ini terletak di sekitar jl ph Mustofa, tepatnya berada prsis di sebelah kampus ITENAS. Di toko ini buku-buku yang di jual lumayan lengkap, namun kebanyakan buku yang di jual di toko ini adalah buku terbitan dari MIZAN. Toko buku BBC ini tempat nya cukup nyaman dan juga strategis karena berada di tengah kota.&lt;br /&gt;  5. ZOE Comic Corner&lt;br /&gt;      ZOE Comic Corner terletak di jl Pager Gunung no 3 Bandung. Denagn konsep library shop-cafe, ZOE menyediakan ruang khusus untuk pengunjung yang ingin membaca buku sambil makan dan minum . ZOE menyediakan komik, novel, majalah, dll dengan harga sewa yang terjangkau.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya, cukup segitu aja tempat hunting buku yang saya beritahu. itu hanya sebagian kecil saja tempat-tempat yang saya berikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3093249903410903909-2400184579822463969?l=curendh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://curendh.blogspot.com/feeds/2400184579822463969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3093249903410903909&amp;postID=2400184579822463969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2400184579822463969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3093249903410903909/posts/default/2400184579822463969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://curendh.blogspot.com/2008/11/tempat-hunting-buku-yang-paling-ok.html' title=''/><author><name>orang curendh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00657454650550970076</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_5NQUaIBAlSA/SSKcekvd8zI/AAAAAAAAAAM/zd-_kenTvPI/S220/DSC01956.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
